PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com – Dua sarang hewan penyengat, tawon vespa dan lebah madu berhasil dievakuasi Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Palangka Raya.
Aksi cepat tanggap itu dilakukan tim Rescue di dua lokasi berbeda. Dalam sehari, mereka harus berjibaku mengevakuasi dua sarang.
Evakuasi pertama dilakukan di halaman Kantor Badan Diklat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Jalan A.S. Nasution, Palangka Raya. Di lokasi itu, ditemukan sarang tawon vespa yang menempel di pohon angsana.
Evakuasi kedua, di Jalan Manyar X, kawasan Cilik Riwut KM 8.Sarang lebah madu berukuran besar sekitar 60 sentimeter x 1 meter terlihat menempel di dahan pohon asam mangga ampelam, tepat di dekat rumah warga.
Koordinator Tim Rescue Damkar Palangka Raya, Sucipto menyebutkan, dua sarang berhasil dimusnahkan dan memerlukan waktu berjam-jam dalam evakuasi.
Dia menuturkan, di Jalan A.S Nasution, keberadaan sarang itu awalnya diketahui oleh petugas kebersihan. Saat tengah memangkas ranting, mendadak sekawanan tawon beterbangan keluar dari celah bunga anggrek liar di batang pohon.
“Petugas kebersihan kami minta berhenti dulu agar tidak tersengat. Setelah lokasi steril, tim kami turun dengan perlengkapan lengkap untuk evakuasi,” ujar Sucipto, Jumat (17/10/2025).
Dengan alat pelindung dan semprotan pengusir serangga, tim berhasil menurunkan sarang tanpa insiden. Tak ada korban dalam operasi tersebut.
“Bernasil ditangani. Sampai tawon vespa itu dapat dievakuasi dengan baik,” terangnya.
Lalu, di Jalan Manyar X, sarang lebah madu berukuran besar sekitar 60 sentimeter, Ketinggian sarang sekitar 2,5 meter dari tanah. Dilakukan evakuasi lantaran membahayakan warga sekitar, terlebih beberapa kali anak-anak melepar hingga membuat marah lebah dan menyerang warga.
“Anak-anak sering melempari sarang itu, bahkan ada yang sempat disengat. Warga jadi takut, apalagi kalau malam lebah sering mendekati lampu,” tutur Sucipto.
Ia menambahkan, proses evakuasi lebah madu berlangsung selama dua jam. Tim bekerja hati-hati agar tidak memicu serangan. Setelah berhasil diamankan, situasi kembali tenang.
“Semua berjalan aman. Kami imbau masyarakat tidak memprovokasi atau melempari sarang tawon dan lebah, cukup laporkan agar kami tangani,” pesan Sucipto. (daq/fm)
Editor : Farid Mahliyannor