Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Santunan untuk Anak Yatim di Bulik Timur Tembus Rp106 Juta  

Ria Mekar Anggreany • Kamis, 25 Juni 2026 | 09:41 WIB
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Bulik Timur menyalurkan santunan kepada 79 anak yatim di Desa Bukit Jaya, Kabupaten Lamandau. (ria/radar sampit)
Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Bulik Timur menyalurkan santunan kepada 79 anak yatim di Desa Bukit Jaya, Kabupaten Lamandau. (ria/radar sampit)

  

NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Bulik Timur menyalurkan santunan kepada 79 anak yatim pada peringatan 10 Muharam atau Hari Asyura di Yayasan Ta’awunul Muslimin, Desa Bukit Jaya, Kabupaten Lamandau. Dana santunan yang terkumpul tahun ini mencapai Rp106.031.000 dari para donatur.

Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri pengurus NU Lamandau, tokoh masyarakat, pemerintah desa, para donatur, serta keluarga penerima santunan. Peringatan yang kerap disebut sebagai “Lebaran Anak Yatim” itu menjadi momentum berbagi kebahagiaan dan kepedulian kepada anak-anak yatim di wilayah Bulik Timur.

Ketua Panitia, Rahmat, mengatakan santunan anak yatim merupakan kegiatan sosial yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Ia bersyukur antusiasme para donatur tetap tinggi sehingga jumlah dana yang terkumpul mencapai lebih dari Rp106 juta.

“Alhamdulillah, kepedulian para donatur tetap tinggi sehingga santunan tahun ini dapat diberikan kepada 79 anak yatim,” ujarnya.

Rahmat menjelaskan, seluruh anak yatim menerima santunan tanpa membedakan latar belakang agama. Menurutnya, kegiatan tersebut mengedepankan nilai kebersamaan, kemanusiaan, dan kepedulian sosial.

Anggota DPRD Lamandau yang juga panitia pelaksana, Mesriadi, menegaskan bahwa kegiatan santunan telah menjadi agenda rutin yang lahir dari semangat gotong royong masyarakat. Seluruh bantuan yang disalurkan berasal dari sumbangan para donatur.

“Menyantuni dan menyayangi anak yatim sudah menjadi kewajiban kita sebagai umat Muslim. Semoga apa yang disumbangkan para donatur bermanfaat bagi penerima dan menjadi amal pahala serta mendatangkan rezeki yang melimpah,” kata Mesriadi.

Sementara itu, Ketua MWCNU Bulik Timur, Sahid, S.Pd., mengatakan peringatan 10 Muharam bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat empati, kasih sayang, dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.

“Perhatian kepada anak yatim harus terus dirawat sebagai bagian dari ajaran Islam yang luhur,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri pengurus NU Lamandau, termasuk Kyai Yusuf M. Nor, Kepala Desa Bukit Jaya, serta para donatur. Kehadiran berbagai unsur masyarakat itu menunjukkan bahwa kepedulian terhadap anak yatim merupakan tanggung jawab bersama.

Secara terpisah, Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, mengapresiasi tingginya semangat gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat pada momentum 10 Muharam tahun ini. Menurutnya, hal itu terlihat dari banyaknya kegiatan santunan yang digelar oleh yayasan, masjid, dan musala di berbagai wilayah.

“Ini menjadi bukti bahwa nilai kebersamaan dan kepedulian masih hidup dan tumbuh kuat di tengah masyarakat Lamandau,” ujarnya.

Rizky menilai tradisi berbagi pada bulan Muharam bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga bentuk nyata pengamalan ajaran agama dan penguatan solidaritas sosial. Ia menegaskan bahwa perhatian terhadap anak yatim merupakan tanggung jawab bersama karena mereka adalah generasi penerus yang perlu mendapatkan kasih sayang, perhatian, dan dukungan.

Menurutnya, menyantuni anak yatim memiliki keutamaan besar, baik dari sisi agama maupun sosial. Selain mempererat hubungan antarsesama, kepedulian terhadap anak yatim juga diyakini membawa keberkahan dan manfaat bagi kehidupan bermasyarakat. (mex/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
#Santunan #lamandau #nu