NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau memperkuat sektor ekonomi rakyat berbasis non-tambang sebagai langkah strategis menekan angka kemiskinan dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Bumi Bahaum Bakuba.
Fokus pengembangan diarahkan pada tiga sektor utama, yakni pertanian, perkebunan, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ketiga sektor tersebut dinilai mampu menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar serta menggerakkan perekonomian hingga tingkat desa.
Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra mengatakan seluruh program kerja pemerintah daerah saat ini difokuskan pada pemerataan kesejahteraan masyarakat.
“Program-program tersebut diarahkan agar manfaat pembangunan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat hingga ke pelosok,” ujar Rizky Aditya Putra kepada wartawan, Rabu (20/5).
Menurutnya, pengembangan ekonomi berbasis non-tambang dipilih karena lebih stabil dalam jangka panjang terhadap fluktuasi ekonomi global. Untuk mendukung kebijakan tersebut, Pemkab Lamandau terus mendorong penguatan pelaku usaha lokal.
“Pemerintah daerah mendorong pelaku usaha lokal agar terus berkembang melalui pendampingan, peningkatan keterampilan, serta akses permodalan yang lebih terbuka,” katanya.
Ke depan, Pemkab Lamandau berharap sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat terus terjalin guna memperkuat ketahanan ekonomi daerah.
Bupati optimistis penguatan sektor riil akan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat sepanjang 2026.
“Dengan fondasi ekonomi rakyat yang kuat, kesejahteraan warga diharapkan terus meningkat sepanjang 2026,” tandasnya. (mex/yit)
Editor : Heru Prayitno