NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Sejumlah desa di Kabupaten Lamandau hingga kini masih belum teraliri listrik. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau menargetkan pembangunan jaringan listrik PLN secara bertahap agar seluruh desa dapat menikmati aliran listrik paling lambat 2026.
Tahun ini, pemerintah daerah menargetkan delapan desa mulai teraliri jaringan listrik. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh wilayah Bumi Bahaum Bakuba mendapat akses listrik tanpa terkecuali.
Komitmen itu ditegaskan Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, usai menggelar rapat koordinasi strategis bersama PT PLN, baru-baru ini. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk percepatan dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
Berdasarkan roadmap yang telah disusun, tiga desa dijadwalkan tuntas pada kuartal pertama tahun ini, yakni Desa Karang Besi, Karang Mas, dan Mengkalang.
“Pada kuartal pertama, tiga desa ditargetkan sudah rampung,” ujar Rizky, Kamis (12/2).
Selanjutnya, pada fase Juni hingga Desember 2026, pembangunan jaringan listrik akan dilanjutkan ke lima desa lainnya, yakni Desa Benuatan, Kahinga, Nangamatu, Bintang Mengalih, dan Petarikan.
Rizky mengakui, upaya melistriki seluruh desa menghadapi berbagai tantangan, terutama kondisi geografis yang sulit serta akses jalan yang terbatas. Selain itu, persoalan lahan yang akan dilintasi jaringan juga menjadi kendala di lapangan.
“Kami menghadapi kendala mulai dari medan yang sulit hingga masalah lahan yang akan dilewati jaringan. Karena itu, sinergi semua pihak sangat dibutuhkan,” katanya.
Untuk mendukung kelancaran proyek tersebut, pemerintah daerah meminta partisipasi dan dukungan masyarakat, khususnya terkait perizinan lahan yang terdampak pemasangan tiang dan kabel listrik.
“Saya memohon dukungan semua elemen masyarakat agar distribusi listrik ke desa-desa ini berjalan lancar tanpa hambatan. Tujuannya agar seluruh warga Lamandau bisa segera menikmati layanan listrik PLN yang stabil,” tutupnya. (mex/yit)
Editor : Heru Prayitno