Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

ADAT TETAP LESTARI DALAM ARUS MODERNISASI

Radar Sampit • Sabtu, 13 Desember 2025 | 18:50 WIB
Iis Ariska
Iis Ariska

Kajian Budaya Daerah Lamandau Oleh : Iis Ariska

Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Universitas Muhammadiyah Malang

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan kebudayaan, adat istiadat, dan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satu kekayaan budaya yang masih lestari hingga kini terdapat di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, yaitu tradisi Babukung. Tradisi ini merupakan bentuk ritual adat masyarakat Dayak Tomun, yang dilaksanakan dalam rangka penghormatan terhadap orang yang telah meninggal dunia.      

Disebut sebagai Budaya lokal yang Merupakan identitas yang membedakan satu masyarakat dengan masyarakat lainnya. Salah satu tradisi yang menjadi kekayaan budaya suku Dayak di Kalimantan Tengah, khususnya masyarakat Lamandau, adalah Babukung pertunjukan budaya yang menampilkan topeng (bukung) sebagai simbol kebersamaan dan ekspresi sosial.

Di era modern, budaya lokal sering kali terpinggirkan oleh perkembangan teknologi, arus globalisasi, dan perubahan gaya hidup generasi muda. Fenomena ini tidak membuat Babukung berpotensi mengalami penurunan karena minat serta hilangnya makna filosofisnya. upaya pelestarian menjadi sangat penting bagi seluruh pihak agar Babukung tidak hanya menjadi peninggalan masa lalu, tetapi juga hidup dan berkembang di masa kini. Dalam konteks Kajian Budaya Nusantara, tradisi Babukung menarik untuk dikaji karena mengandung nilai-nilai sosial, estetika, dan spiritual yang menggambarkan pandangan hidup masyarakat Dayak. Di tengah arus modernisasi, pelestarian tradisi seperti Babukung menjadi penting sebagai wujud menjaga identitas dan warisan budaya bangsa. Pelaksanaan tradisi ini mencerminkan nilai-nilai luhur masyarakat Lamandau, seperti religiusitas, solidaritas sosial, dan penghormatan terhadap leluhur. Namun demikian, modernisasi dan perkembangan teknologi membawa tantangan terhadap kelestarian tradisi lokal. Oleh karena itu, penting untuk melakukan penelitian yang mendeskripsikan bentuk, makna, dan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tradisi Babukung agar dapat menjadi dokumentasi dan referensi akademik dalam pelestarian budaya daerah. Adpun konsep Budaya yang di maksud ialah tradisi daerah adat istiadat yang terus menerus ada dan di laksanakan di daerah tertentu. Modernisasi
Modernisasi adalah proses perubahan menuju masyarakat industri dan teknologi yang sering kali membawa pergeseran nilai tradisional. Sedangkan Pelestarian budaya yang di maksud ialah usaha menjaga, mengembangkan, dan mewariskan praktik budaya agar tetap relevan sepanjang zaman.

Babukung memiliki beberapa makna fundamental dalam kehidupan masyarakat     Lamandau:

Dalam setiap pertunjukan, bukung (topeng) yang dikenakan memiliki karakter dan simbol tertentu, mencerminkan kekayaan filosofi dan kearifan lokal Dayak. Adapun Strategi Melestarikan Budaya Babukung di Era Modern Agar Babukung tetap hidup dan relevan, beberapa strategi berikut dapat dilakukan:

  1. Revitalisasi melalui Pendidikan
  1. Pemanfaatan Teknologi Digital
  1. Penguatan Komunitas Adat
  1. Festivalisasi Budaya
  1. Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat
  1. Bentuk Inovasi Babukung yang Tetap Menjaga Nilai Tradisional

Jadi Budaya Babukung merupakan kekayaan khas masyarakat Dayak Lamandau yang memiliki fungsi sosial, moral, dan identitas budaya yang sangat penting. Di tengah gempuran modernisasi, Babukung menghadapi tantangan yang tidak ringan, namun budaya ini tetap berpotensi lestari apabila dilakukan strategi pelestarian yang tepat. Melalui pendidikan, pemanfaatan teknologi, penguatan komunitas adat, festival budaya, serta kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Babukung dapat terus berkembang dan dikenal hingga generasi mendatang.

Modernisasi seharusnya tidak dipandang sebagai ancaman, tetapi sebagai peluang untuk memperluas jangkauan dan melestarikan budaya lokal melalui pendekatan-pendekatan kreatif yang selaras dengan perkembangan zaman.(*)

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#universitas muhammadiyah malang #arus modernisasi #magister pendidikan #Babukung #adat #Dayak #bahasa dan sastra #LESTARI