KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com - Kobaran api melahap barak empat pintu di kawasan padat penduduk, Jalan Diponegoro, Kuala Pembuang, Kamis (13/11) sekitar pukul 01.20 WIB. Bangunan yang terbakar milik Yayasan Pendidikan Islam Darul Mukmin. Dari empat pintu barak, satu diantaranya dihuni oleh pasangan suami istri.
Saat kejadian, sang suami tengah bekerja di tambak, sementara istrinya berada di dalam barak. Dia berhasil menyelamatkan diri dari kobaran api yang membesar.
Meski tak ada korban jiwa, sebagian besar harta benda tak dapat diselamatkan. Hanya sebuah telepon genggam dan sepeda motor yang selamat dari kobaran api.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Seruyan menerima laporan sekitar pukul 01.17 WIB. Tak lama berselang, tim gabungan dari Damkar, BPBD, personel piket Pamapta Polres Seruyan, serta Polsek Seruyan Hilir langsung bergerak menuju lokasi.
Regu 2 Damkar dikerahkan bersama 3 armada dengan tambahan personel dari Regu 1 dan Regu 3. Namun, jalan sempit membuat proses pemadaman berlangsung sulit.
“Api sudah membesar ketika kami tiba. Akses masuk sangat sempit, tapi berkat kerja sama tim dan bantuan warga, api berhasil kami kendalikan sebelum menjalar lebih luas,” kata Kasi Kebakaran DPKP Seruyan Nanang Kosim.
Setelah berjibaku hampir dua jam, api dipadamkan sekitar pukul 03.30 WIB. Seluruh armada kembali ke posko pada pukul 04.11 WIB.
Kebakaran tersebut menghanguskan dua unit rumah dan dua unit mess milik Gustiana dan Emi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.Dugaan sementara, penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik.
Nanang mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di kawasan padat permukiman. “Periksa instalasi listrik secara berkala dan jangan menumpuk beban arus di satu titik. Langkah kecil seperti itu bisa mencegah musibah besar,” pesannya. (rdw/yit)
Editor : Heru Prayitno