PANGKALAN BUN, Radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) telah membentuk 94 Koperasi Merah Putih yang tersebar di desa dan kelurahan. Namun hingga saat ini, baru 6 koperasi yang benar-benar beroperasi.
Sekretaris Daerah Kobar, Rody Iskandar menyebutkan bahwa dari jumlah tersebut, terdiri atas 81 koperasi desa dan 13 koperasi kelurahan yang seluruhnya sudah berbadan hukum dan tinggal menjalankan usaha.
Menurut Rody, keenam koperasi yang sudah berjalan tersebut menggunakan modal sendiri tanpa menunggu bantuan pinjaman. Salah satunya di Kecamatan Pangkalan Lada yang bergerak pada penyediaan bibit pisang, serta di Kelurahan Sidorejo yang fokus pada penyediaan sarana produksi sembako.
Ia mengapresiasi inisiatif pengurus koperasi tersebut karena mampu memulai usaha secara mandiri dan bisa menjadi contoh bagi koperasi lainnya.
“Enam koperasi ini sudah beroperasional tanpa adanya bantuan pinjaman modal. Ini patut dijadikan percontohan, sebab koperasi lain yang sudah berbadan hukum sebenarnya hanya menunggu modal untuk memulai usaha,” ujar Rody Iskandar.
Ia menambahkan, pemerintah pusat telah menyalurkan dana sebesar Rp200 triliun ke bank Himbara sebagai dukungan pinjaman modal usaha. Namun Rody berharap pihak bank tidak mempersulit koperasi dalam persyaratan, terutama terkait agunan.
Menurutnya, Koperasi Merah Putih membutuhkan akses modal yang lebih mudah agar tidak terhambat dalam menjalankan program ekonomi kerakyatan.
Lebih lanjut, Rody mengingatkan agar para pengurus koperasi berhati-hati dalam mengelola keuangan. Modal yang diperoleh dari pusat merupakan pinjaman yang harus dikembalikan, sehingga diperlukan keseriusan dan akuntabilitas dalam setiap kegiatan usaha. Dengan manajemen yang baik, koperasi diharapkan mampu berkembang dan memberi manfaat luas bagi anggotanya.
“Koperasi Merah Putih ini sudah diarahkan langsung oleh pusat, seperti usaha pengadaan bibit, pupuk, sembako, hingga agen gas LPG. Harapannya, koperasi dapat menjadi instrumen penting untuk memutus rantai kemiskinan, membuka lapangan kerja, memperluas inklusi keuangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa maupun kelurahan,” pungkas Rody Iskandar. (sam/fm)
Editor : Farid Mahliyannor