KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan pemerintah pusat mendapat sambutan positif dari orang tua dan pihak sekolah. Namun, implementasinya di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait porsi makanan yang dinilai belum mencukupi.
Kepala SDN 1 Persil Raya Lanu Supardi mengatakan bahwa meskipun menu yang disediakan cukup bervariasi dan memenuhi unsur gizi, jumlah porsi makanan dirasa kurang, khususnya bagi siswa kelas atas.
“Untuk anak-anak kelas besar, porsinya terasa kurang. Mereka sering masih lapar setelah makan. Bahkan saat ditawari tambahan, banyak yang masih ingin,” ujarnya saat ditemui baru-baru ini.
Selain itu, Lanu menyebutkan sempat terjadi gangguan distribusi akibat kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), yang menyebabkan layanan MBG terhenti selama tiga hari.
“Waktu itu dari hari Rabu sampai Jumat, layanan sempat tidak berjalan karena pengiriman makanan terkendala BBM. Tapi sekarang sudah normal kembali, dari Senin sampai Jumat,” jelasnya.
Meski demikian, pihak sekolah tetap mengapresiasi adanya program MBG yang dianggap membantu memenuhi kebutuhan gizi siswa selama di sekolah.
“Program ini sangat membantu anak-anak dalam mendapatkan tambahan asupan gizi. Kami berharap ke depan kualitas layanan terus ditingkatkan, baik dari segi ketepatan waktu maupun porsi makanan,” pungkasnya. (rdw/yit)
Editor : Heru Prayitno