Hal tersebut disampaikan saat membuka Festival Anak Saleh (FASI) XIII tingkat Kabupaten Kotim di Islamic Center, Jumat (2/8). Pada kesempatan itu Halikinnor meminta salah satu perwakilan hafidz quran untuk maju, dan memberikan apresiasi kepada mereka.
"Luar biasa penghafal Alquran, karena saya saja tidak hafal, bahkan membaca juga terbata-bata," ungkapnya.
Halikinnor juga memaparkan, menghafal Alquran bagi umat muslim adalah ibadah jika itu dilakukan dengan ikhlas karena Allah SWT dan bukan untuk mengharapkan pujian di dunia. Menurutnya setiap orang tentunya ingin bisa mendapatkan keutamaan tersebut seperti yang telah dijelaskan Rasulullah SAW.
Dikatakan pula, perjuangan yang dibangun untuk menjadi hafidz quran tak lepas dari konsistensi dan dukungan dari orangtua maupun guru mengaji, untuk menjadikan generasi selanjutnya sebagai pencinta Alquran. "Beruntung sekali orang tua yang mempunyai anak seorang hafidz atau penghafal Alquran," tegas Halikinnor.
Karena itu lanjutnya, sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan kepada para penghafal quran, dirinya meminta Dewan Pengurus Daerah (DPD) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPMRI) setempat berkoordinasi dengan Pemkab Kotim di bagian Kesra agar memprioritaskan anak-anak berprestasi, seperti hafidz quran untuk mendapatkan beasiswa Gerbang Mentaya.
"Saya minta dikoordinasikan, anak-anak yang berprestasi itu untuk diprioritaskan mendapatkan beasiswa Gerbang Mentaya. Jadi anak yang berprestasi khususnya di bidang agama tolong di perhatikan. Saya minta datanya nanti, setiap tahun ada berapa," imbuh Halikinnor.
Untuk diketahui, Gerbang Mentaya merupakan program tahunan Pemkab Kotim. Pada tahun anggaran 2024 ini, melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat pada Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Kotim, membuka program beasiswa Gerbang Mentaya, bagi pelajar dan mahasiswa asal abupaten Kotim.
Program dibuka dalam empat kategori ; yaitu kategori kurang mampu, kategori tahap akhir, kategori prestasi akademik, dan kategori prestasi non-akademik. Pendaftaran dimulai pada tanggal 1 April 2024 dan batas akhir pengajuan permohonan bantuan beasiswa sampai dengan tanggal 15 Mei 2024 dengan kuota sekitar 1.000 orang.
Diinformasikan pula, anggaran untuk program Gerbang Mentaya setiap tahunnya menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Di tahun 2024 ini anggaran yang digelontorkan untuk program itu mencapai Rp 1,8 miliar. Program beasiswa Gerbang Mentaya ini bertujuan untuk peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah Bumi Habaring Hurung ini.
Selain meminta agar Hafidz Quran diprioritaskan sebagai penerima program beasiswa Gerbang Mentawa, Halikinnor menginginkan Pemkab Kotim membantu para hafidz mendapatkan sekolah."Misalnya mereka mau sekolah kemana, jangan sampai terkendala, pemerintah daerah bisa membantu mengurus. Nanti juga dibantu dengan beasiswa. Paling tidak ini sebagai penghargaan, penghormatan kita bagi mereka. Dan itu juga agar menjadi motivasi bagi anak-anak yang lain,” pungkasnya. (yn/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama