SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Sebanyak 60 relawan dari desa-desa rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Mentaya Hilir Utara mengikuti Pelatihan dan Mitigasi Bencana Karhutla Tahun 2026 yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kamis (25/6).
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan, pengetahuan, dan keterampilan masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Wim RK Benung.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemampuan masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla.
“Saya menyambut baik dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan ini. Kegiatan ini sangat penting sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan kita dalam menghadapi ancaman bencana kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.
Menurut Wim, keberadaan Masyarakat Peduli Api (MPA) maupun relawan pemadam kebakaran (Redkar) sangat dibutuhkan, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan karhutla cukup tinggi.
Mereka tidak hanya berperan dalam penanganan kebakaran permukiman, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan dini kebakaran hutan dan lahan.
Ia berharap keberadaan para relawan dapat membantu menurunkan tingkat kerawanan kebakaran di kawasan permukiman maupun lahan yang selama ini berpotensi mengalami kebakaran.
“Kami berharap para relawan benar-benar mampu membantu mengurangi risiko kebakaran sehingga kawasan yang selama ini rawan dapat menjadi lebih aman,” katanya.
Wim juga meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh karena relawan harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam menghadapi situasi darurat di lapangan.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai penggunaan peralatan pemadaman karhutla, teknik pelaporan titik api, upaya isolasi kebakaran agar tidak meluas, hingga prosedur evakuasi warga saat terjadi kebakaran.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan Kecamatan Mentaya Hilir Utara merupakan salah satu wilayah dengan potensi tinggi terjadinya kebakaran hutan dan lahan sehingga peningkatan kapasitas masyarakat menjadi kebutuhan yang sangat penting.
“Pelatihan ini merupakan salah satu upaya meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan, baik sebelum, saat, maupun setelah terjadi bencana,” ujarnya.
Menurut Multazam, pelatihan juga bertujuan memberikan pemahaman mengenai regulasi penanggulangan karhutla, membentuk komunitas tangguh bencana, serta mengoptimalkan peran masyarakat dalam mitigasi dan penanganan kebakaran.
Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyerap ilmu dari para narasumber dan instruktur yang berpengalaman sehingga dapat diterapkan ketika menghadapi situasi nyata di lapangan.
“Ilmu yang diperoleh dari pelatihan ini akan sangat bermanfaat ketika peserta kembali ke lingkungan masing-masing dan menghadapi potensi kebakaran yang sesungguhnya,” katanya.
Melalui pelatihan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kotim berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya pencegahan serta penanggulangan karhutla semakin kuat sehingga risiko dan dampak bencana dapat diminimalkan. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko