Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Antisipasi Musim Kemarau, Pemkab Kotim Latih 60 Relawan Karhutla di Teluk Sampit

M. Akbar • Rabu, 24 Juni 2026 | 11:09 WIB
Pelatihan dan Mitigasi Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kecamatan Teluk Sampit, Selasa (23/6).  (Ist/Radar Sampit).
Pelatihan dan Mitigasi Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kecamatan Teluk Sampit, Selasa (23/6). (Ist/Radar Sampit).

 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau dengan menggelar Pelatihan dan Mitigasi Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kecamatan Teluk Sampit, Selasa (23/6).

Kegiatan tersebut diikuti 60 relawan dari desa-desa yang masuk kategori rawan karhutla.

Pelatihan yang difasilitasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim itu bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan yang berpotensi meningkat selama musim kemarau.

Staf Ahli Bupati Kotim Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Wim RK Benung, mengatakan pelatihan tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemampuan masyarakat dalam melakukan pencegahan dan penanganan dini karhutla.

“Kegiatan ini sangat penting karena merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan kita menghadapi ancaman bencana kebakaran hutan dan lahan,” kata Wim.

Menurut Wim, keberadaan Masyarakat Peduli Api (MPA) dan relawan kebakaran (Redkar) sangat dibutuhkan, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan karhutla cukup tinggi seperti Kecamatan Teluk Sampit.

“Keberadaan MPA dan Redkar sangat dibutuhkan dalam pelayanan pencegahan dan penanggulangan dini kebakaran, baik kebakaran permukiman maupun kebakaran hutan dan lahan,” tambahnya.

Ia berharap para relawan dapat menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan sehingga kawasan yang selama ini rawan kebakaran dapat ditekan risikonya.

“Saya berharap melalui pelatihan ini kita semua dapat menjadi garda terdepan dalam melindungi diri, keluarga, dan masyarakat dari dampak bencana kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, menjelaskan bahwa Kecamatan Teluk Sampit termasuk wilayah dengan potensi tinggi terjadinya karhutla sehingga peningkatan kapasitas masyarakat menjadi sangat penting.

Menurutnya, pelatihan tersebut tidak hanya memberikan keterampilan teknis penanganan kebakaran, tetapi juga pemahaman mengenai mitigasi bencana, peraturan penanggulangan karhutla, hingga peran masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana.

“Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan, pengetahuan, dan keterampilan masyarakat dalam menghadapi, menanggulangi, dan memulihkan diri dari dampak bencana karhutla,” katanya.

Selain itu, BPBD juga mendorong terbentuknya desa dan komunitas yang tangguh terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan melalui keterlibatan aktif masyarakat dalam upaya pencegahan.

“Dengan pelatihan ini, diharapkan peserta dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, mampu memberikan pertolongan pertama, serta berkontribusi dalam upaya pengurangan risiko bencana kebakaran hutan dan lahan,” ujar Multazam.

Ia mengimbau seluruh peserta memanfaatkan pelatihan dengan sebaik-baiknya karena ilmu dan keterampilan yang diperoleh akan sangat dibutuhkan saat menghadapi kondisi darurat di lapangan.

Melalui pelatihan tersebut, Pemkab Kotim berharap kesiapsiagaan masyarakat semakin meningkat sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau dapat dicegah sejak dini dan dampaknya dapat diminimalkan.  (ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
#relawan #kemarau #karhutla