SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor mengingatkan pentingnya penguatan pendidikan karakter di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Menurutnya, derasnya arus informasi melalui media sosial menjadi tantangan besar bagi orang tua dan pendidik dalam membentuk generasi muda yang berakhlak dan berkepribadian baik.
“Di era digital saat ini, perkembangan teknologi memberikan banyak manfaat, namun juga membawa tantangan yang tidak ringan. Arus informasi melalui media sosial berjalan sangat cepat dan sering kali memengaruhi pola pikir serta perilaku anak-anak kita,” ujar Halikinnor, Minggu (31/5).
Menurutnya, akses informasi yang semakin terbuka dapat memberikan dampak positif apabila dimanfaatkan secara bijak. Namun tanpa pendampingan yang tepat, kondisi tersebut juga berpotensi memengaruhi perilaku anak ke arah yang negatif.
Karena itu, Halikinnor menilai pendidikan karakter harus menjadi perhatian utama dalam proses pembelajaran maupun pengasuhan di lingkungan keluarga.
“Pendidikan karakter menjadi sangat penting. Jangan sampai generasi muda kita cerdas dalam teknologi, tetapi lemah dalam moral dan akhlak,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa cita-cita mewujudkan Generasi Emas Indonesia tidak hanya diukur dari kecerdasan akademik atau kemampuan menguasai teknologi, tetapi juga dari kualitas karakter yang dimiliki generasi muda.
“Jangan sampai kita berbicara tentang generasi emas, tetapi yang kita hasilkan justru generasi yang rapuh secara karakter,” katanya.
Menurut Halikinnor, pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya adaptif terhadap perkembangan zaman, tetapi juga memiliki empati, sopan santun, rasa tanggung jawab, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan.
“Pendidikan harus menyiapkan anak-anak kita menjadi generasi terbaik bagi bangsa, generasi yang mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, memiliki empati, sopan santun, serta tetap menjunjung nilai-nilai keagamaan,” ujarnya.
Ia juga mengajak para orang tua dan tenaga pendidik untuk lebih aktif mendampingi anak-anak dalam menggunakan media sosial serta memberikan teladan yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, pendidikan yang efektif tidak hanya dilakukan melalui nasihat, tetapi juga melalui contoh nyata yang dapat dilihat dan ditiru oleh anak-anak.
“Anak-anak tidak hanya membutuhkan nasihat, tetapi juga contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko