Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Relawan Temukan Ular Saat Bersihkan Sungai Keramat

Usay Nor Rahmad • Senin, 11 Mei 2026 | 19:40 WIB
Bule dari Norwegia turut dalam aksi pembersihan lingkungan di Sungai Keramat, Kecamatan Baamang, dan tampak girang ketika menemukan seekor ular di sela sampah dan endapan sungai. (Harry/Radar Sampit) 
Bule dari Norwegia turut dalam aksi pembersihan lingkungan di Sungai Keramat, Kecamatan Baamang, dan tampak girang ketika menemukan seekor ular di sela sampah dan endapan sungai. (Harry/Radar Sampit) 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Pemandangan tumpukan sampah dan enceng gondok yang menyesaki aliran Sungai Keramat selama ini mungkin hanya dianggap persoalan kebersihan biasa.

Namun, Minggu pagi (10/5), para relawan yang turun membersihkan kawasan itu menemukan fakta lain yang cukup mengkhawatirkan.

Di sela-sela tumpukan ilung dan sampah yang diangkat dari dasar sungai, seekor ular tiba-tiba muncul dan mengejutkan para relawan.

Temuan itu terjadi saat puluhan aktivis lingkungan bersama warga melakukan aksi bersih-bersih Sungai Keramat sejak pukul 06.00 WIB hingga 10.00 WIB.

Sedikitnya 50 orang terlibat dalam kegiatan tersebut, termasuk unsur Kecamatan Baamang, Kelurahan Baamang, relawan pemuda Sampit, hingga dukungan armada dari Dinas Lingkungan Hidup.

Kondisi sungai yang dipenuhi tumbuhan liar dan sampah disebut menjadi salah satu penyebab aliran air tersumbat. Dalam kegiatan itu, relawan membersihkan sekitar 10 meter area sungai dari enceng gondok, ilung, dan berbagai jenis sampah rumah tangga.

Salah satu aktivis pecinta lingkungan, Harry Siswanto Siswa, mengatakan aksi tersebut lahir dari keresahan terhadap banjir yang belakangan kerap terjadi di kawasan sekitar.

“Karena banjir belakangan ini kami bergerak. Sekaligus edukasi juga ke masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan itu merupakan gerakan terbuka bagi siapa saja yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Tidak ada unsur paksaan ataupun kepentingan tertentu dalam aksi tersebut.

“Kami tidak memaksa juga siapa yang mau bergabung. Intinya siapa yang peduli saja,” katanya.

Menariknya, kegiatan itu juga diikuti seorang turis asing asal Norwegia yang ikut turun langsung membersihkan sungai bersama para relawan lokal.

Kemunculan ular di tengah proses pembersihan menjadi gambaran kondisi Sungai Keramat yang mulai dipenuhi semak liar dan tumpukan sampah.

Selain menghambat aliran air, kondisi tersebut dinilai dapat memunculkan ancaman lain bagi warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai.

Meski sempat membuat suasana tegang, ular tersebut tidak disakiti. Relawan kemudian melepaskannya kembali ke habitat alaminya setelah proses pembersihan selesai.

Harry berharap gerakan peduli lingkungan seperti itu dapat terus berlanjut dan diikuti lebih banyak masyarakat ke depan.

“Ke depan semoga dalam jumlah banyak yang akan bergabung,” pungkasnya. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#sungai keramat #tangkap ular #bule