SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Sarang lebah madu yang berada di dekat area SD Negeri 1 Pelangsian membuat warga dan pihak sekolah resah. Seorang bocah bahkan sempat disengat hingga mengalami pembengkakan pada bagian bibir sebelum akhirnya petugas pemadam kebakaran turun tangan melakukan evakuasi, Senin (11/5/2026).
“Satu orang anak jadi korban, bengkak bibirnya,” ungkap Ani, pelapor.
Informasi ini disampaikan kepada petugas melalui grup WhatsApp Humas Damkar 113 sekitar pukul 10.05 WIB. Lokasi sarang lebah berada di pohon dekat lingkungan sekolah di Jalan Padat Karya, Kelurahan Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Setelah menerima laporan dan melakukan validasi, Regu III Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan langsung diberangkatkan menuju lokasi sekitar pukul 10.31 WIB menggunakan mobil Hilux.
Petugas tiba di lokasi pukul 11.05 WIB dan langsung berkoordinasi dengan pihak sekolah serta Kepala Pos Sektor Desa Eka Bahurui sebelum melakukan penanganan.
“Lebah berada cukup dekat dengan aktivitas sekolah sehingga dikhawatirkan membahayakan siswa. Sebelumnya ada anak yang sempat disengat sampai bibirnya bengkak,” ujar Komandan Regu Jaga Disdamkarmat Kotim Supriansyah, di lokasi.
Dalam proses evakuasi, petugas menggunakan teknik burning atau pembakaran untuk menghalau sekaligus mengevakuasi koloni lebah madu jenis Apis cerana tersebut.
Operasi penanganan dimulai pukul 11.06 WIB dan berhasil diselesaikan sekitar pukul 11.57 WIB tanpa kendala berarti. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Petugas kemudian kembali ke Markas Komando Damkar dan tiba sekitar pukul 12.49 WIB untuk melanjutkan tugas piket.
Cuaca cerah turut membantu proses evakuasi berjalan lancar. Selain personel Regu III, operasi tersebut juga mendapat dukungan dari Kepala Pos Sektor Desa Eka Bahurui, A. Jainuri.
Pihak damkar mengimbau masyarakat segera melapor apabila menemukan sarang lebah berukuran besar di area permukiman maupun fasilitas umum, terutama yang berdekatan dengan aktivitas anak-anak dan sekolah.(oes)
Editor : Slamet Harmoko