SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) fokus melakukan langkah antisipasi untuk mencegah gagal panen akibat fenomena El Nino atau cuaca ekstrem yang diperkirakan berdampak pada sektor pertanian, khususnya di wilayah selatan sebagai sentra produksi pangan.
Bupati Kotim, Halikinnor, mengatakan ancaman cuaca ekstrem dipastikan akan berdampak pada penurunan produksi pertanian. Namun, pemerintah berupaya agar penurunan tersebut tidak signifikan.
“Untuk pertanian sudah disampaikan dan dipaparkan oleh dinas terkait, itu juga pasti akan berdampak, pasti akan terjadi penurunan produksi. Tetapi Kementerian Pertanian sudah mengantisipasi dengan varietas unggul padi yang tahan ditanam saat kemarau,” kata Halikinnor, Kamis (23/4).
Menurut Halikinnor, pemerintah daerah bersama pemerintah pusat telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi agar produksi pangan tetap terjaga di tengah ancaman kemarau panjang.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Kotim, Yephi Hartady Periyanto, menjelaskan wilayah sentra pertanian di Kecamatan Teluk Sampit khususnya di Desa Lampuyang dan Desa Parebok selama ini telah menggunakan sejumlah varietas unggulan yang cukup adaptif terhadap kondisi lahan.
Selain varietas lokal seperti Siam Epang, kata dia, terdapat tiga varietas utama yang banyak digunakan petani, yakni Inpago 8, Inpari 32, dan Inpari 42.
“Varietas ini cukup mampu beradaptasi dengan kondisi daerah kita, termasuk saat lahan mulai kering,” jelasnya.
Meski demikian, Yephi menegaskan varietas unggul tidak sepenuhnya mampu menahan dampak cuaca ekstrem apabila kekeringan terjadi secara berkepanjangan dan suplai air terhambat.
“Kalau memang kekeringan total dan tidak ada suplai air, varietas unggul sekalipun tetap akan terpengaruh,” ungkapnya.
Karena itu, program utama yang kini difokuskan pemerintah dalam mitigasi kekeringan adalah penyiapan sarana pendukung pengairan.
“Program utama dari Kementerian Pertanian adalah penyiapan unit irigasi pompa dan unit irigasi perpipaan untuk menyuplai air apabila kemarau panjang terjadi,” tandasnya.
Dengan langkah tersebut, Pemkab Kotim berharap ancaman gagal panen akibat cuaca ekstrem dapat ditekan, sehingga produksi pangan daerah tetap terjaga. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko