PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Debit air Sungai Arut dan Sungai Lamandau yang melintasi Kecamatan Arut Utara dan Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, meningkat dalam sepekan terakhir. Kondisi tersebut mengakibatkan sejumlah desa dan kelurahan di dua kecamatan itu terancam banjir.
Peningkatan debit air ditandai dengan meluapnya sungai hingga memasuki permukiman warga. Meski belum ada laporan rumah maupun fasilitas umum yang terendam, kondisi tersebut dinilai cukup mengkhawatirkan.
Berdasarkan informasi dari masyarakat di Kelurahan Pangkut, wilayah yang terdampak luapan Daerah Aliran Sungai (DAS) Arut meliputi RT 03 Kelurahan Pangkut, Desa Panahan, Desa Riam, dan Desa Gandis.
Sementara itu, di Kecamatan Kotawaringin Lama, debit air Sungai Lamandau juga mengalami kenaikan signifikan. Wilayah Jalan Belitung Laut RT 01, Kotawaringin Hilir, mulai terdampak luapan air.
Menanggapi kondisi tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat melakukan pengecekan lapangan di Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara, Selasa (12/5/2026).
Komandan Regu TRC BPBD Kobar, Sayid Abdul Badawi, mengatakan luapan Sungai Arut di Kecamatan Arut Utara masih dalam kategori aman karena belum ada rumah warga yang terendam banjir.
“Namun demikian, jalan permukiman dan halaman rumah warga sudah tergenang air luapan Sungai Arut,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya masih melakukan pemantauan dan pendataan di wilayah Desa Panahan dan sekitarnya.
“Sejauh ini baru dua desa dan satu kelurahan yang dipantau karena wilayah Kecamatan Arut Utara cukup luas,” pungkasnya. (tyo/yit)
Editor : Heru Prayitno