Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Pasar Seni Kiai Gede Dorong Ekonomi Kreatif

Syamsudin Danuri • Selasa, 12 Mei 2026 | 04:30 WIB

 

Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah menandatangani prasasti peresmian Pasar Seni Kiai Gede. (SYAMSUDIN/RADAR SAMPIT)
Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah menandatangani prasasti peresmian Pasar Seni Kiai Gede. (SYAMSUDIN/RADAR SAMPIT)

 
 

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Bupati Kotawaringin Barat, Nurhidayah, meresmikan Pasar Seni Kiai Gede di Jalan Pangeran Antasari, Kelurahan Raja, Kecamatan Arut Selatan, Senin (11/5/2026). Peresmian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dan melestarikan budaya lokal.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Kotawaringin Barat, Fitriyana, mengatakan pembangunan pasar seni itu merupakan dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan perdagangan rakyat yang representatif dan berbasis budaya daerah.

Pembangunan Pasar Seni Kiai Gede dibiayai melalui APBD Kabupaten Kotawaringin Barat Tahun 2025 dengan anggaran sebesar Rp2,8 miliar.

Menurut Fitriyana, pasar seni tersebut bertujuan menyediakan sarana perdagangan bagi pelaku UMKM, mendukung ekonomi kreatif, serta menciptakan kawasan perdagangan yang lebih tertata. Lokasinya dipilih karena berada di kawasan strategis yang menjadi jalur aktivitas perdagangan dan memiliki potensi berkembang di masa mendatang.

Pasar Seni Kiai Gede dilengkapi delapan unit kios, satu unit tourism information center yang bekerja sama dengan dinas pariwisata, ruang kolaborasi, dan ruang rapat. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas perdagangan sekaligus menjadi ruang kreatif masyarakat.

Dalam sambutannya, Nurhidayah menegaskan Pasar Seni Kiai Gede tidak hanya difungsikan sebagai tempat jual beli, tetapi juga sebagai pusat aktivitas seni budaya dan ruang interaksi sosial masyarakat. Menurutnya, pembangunan pasar seni merupakan langkah strategis pemerintah dalam mendorong transformasi ekonomi berbasis masyarakat melalui penyediaan tempat usaha yang lebih layak dan nyaman.

Nurhidayah menjelaskan nama Pasar Seni Kiai Gede diambil dari tokoh ulama besar, Habib Abdul Qadir Assegaf, yang diutus Sultan dan berperan dalam membangun peradaban serta Kerajaan Kotawaringin. Peninggalannya, yakni Masjid Kiai Gede dan makamnya, hingga kini masih menjadi destinasi wisata religi.

Pemerintah daerah berharap pengelolaan pasar dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai inovasi, termasuk kolaborasi pertunjukan seni dan budaya, agar pasar tetap hidup dan menjadi daya tarik masyarakat. (sam/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
#Pasar Seni #Kotawaringin Barat (Kobar) #umkm indonesia