Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Kotawaringin Barat Dongkrak Produktivitas Sawit melalui Pameran dan Field Trip

Syamsudin Danuri • Rabu, 29 April 2026 | 04:40 WIB
infografis/gemini
infografis/gemini

 

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah mendorong peningkatan produktivitas kelapa sawit saat menghadiri Pameran dan Field Trip Teknis Kelapa Sawit (TKS) 2026 di Pangkalan Bun. Kegiatan ini mengangkat tema strategi peningkatan produktivitas sawit di tengah tingginya permintaan global.

Nurhidayah menyatakan, permintaan minyak sawit dunia terus meningkat setiap tahun. Namun, kondisi tersebut belum diimbangi dengan kenaikan produktivitas, terutama pada kebun rakyat yang masih relatif stagnan.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perkebunan, luas perkebunan rakyat di Kabupaten Kotawaringin Barat pada 2024 mencapai 82.598 hektare dengan total produksi sekitar 3,86 juta ton. Angka ini dinilai masih berpeluang ditingkatkan melalui perbaikan di sektor hulu.

Menurut Nurhidayah, salah satu penyebab rendahnya produktivitas adalah penggunaan benih tidak resmi oleh sebagian petani. Karena itu, kegiatan teknis seperti pameran ini penting untuk menghadirkan produsen kecambah bersertifikat agar petani dapat mengakses bibit unggul. Pemerintah juga telah menyiapkan program pendukung, seperti Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) serta bantuan sarana dan prasarana, yang diharapkan dimanfaatkan optimal dengan dukungan perusahaan perkebunan.

Selain itu, pemerintah daerah mendorong perusahaan memperkuat kemitraan dengan petani, menerapkan praktik budidaya yang baik (Good Agricultural Practices/GAP), penggunaan mekanisasi, serta pemanfaatan teknologi informasi. Sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan kepatuhan terhadap aspek legalitas, seperti perizinan usaha dan hak guna usaha, juga menjadi perhatian.

Ketua Panitia TKS 2026, Hendra J Purba, mengatakan kegiatan ini bertujuan mendorong peningkatan produksi sawit. Ia menilai sektor sawit saat ini menghadapi ancaman penurunan produktivitas, padahal komoditas tersebut menjadi andalan devisa negara dan penggerak ekonomi daerah.

Menurutnya, tantangan lain seperti perubahan iklim, termasuk potensi fenomena El Nino yang memicu cuaca ekstrem, serta serangan hama, perlu diantisipasi agar tidak menekan hasil produksi.

Ia menambahkan, kegiatan ini terselenggara berkat dukungan berbagai pihak, termasuk GAPKI Kalimantan Tengah dan sejumlah perusahaan perkebunan, baik anggota maupun nonanggota GAPKI. (sam/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
#pameran sawit #kotawaringin barat