PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com-Para kandidat calon rektor Universitas Palangka Raya (UPR) telah menawarkan konsep transformasi kampus. Mereka ingin menjadikan UPR sebagai perguruan tinggi yang unggul, berdaya saing nasional maupun internasional, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kalteng.
Salah satu kandidat, Prof Bhayu Rhama menegaskan komitmennya mempercepat pengembangan sumber daya akademik dan memperluas akses pendidikan tinggi di kampus terbesar di Kalimantan Tengah tersebut.
Menurutnya, kepemimpinan UPR harus dibangun di atas integritas, kredibilitas, profesionalisme, dan kebijakan yang berorientasi pada dampak nyata. Karena itu, peningkatan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah berkelas nasional maupun internasional menjadi salah satu prioritasnya.
Bhayu menawarkan sejumlah program unggulan, seperti pengembangan carbon trading, perluasan kemitraan strategis, pembangunan gedung alumni, hingga program Satu Sarjana Satu Rumah.
Kandidat lainnya, Dr Thea Farina menilai UPR memiliki posisi strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni untuk mendukung pembangunan Kalteng.
Ia mengusung visi membawa UPR menjadi universitas unggul, berdaya saing, sekaligus tetap berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal.
Baca Juga: Jauhkan Kampanye Hitam di Pemilihan Rektor UPR
Thea menawarkan penguatan kualitas pendidikan dan pembelajaran, tata kelola yang profesional, transparan, dan modern, perluasan jejaring kerja sama strategis, peningkatan kualitas riset, inovasi, serta kemandirian institusi. Menurutnya, mahasiswa harus menjadi bagian dari proses pengambilan kebijakan.
"Kami ingin membangun UPR yang kolaboratif, berdampak, dan mampu bersaing dengan universitas terbaik di Indonesia," ujarnya.
Sementara itu, Dr. Natalina Asi menawarkan visi menjadikan UPR sebagai episentrum inovasi global yang berintegritas dan berdampak dengan berlandaskan falsafah Huma Betang menuju Indonesia Emas.
Program yang diusung meliputi transformasi pendidikan, penguatan tata kelola Badan Layanan Umum (BLU), internalisasi nilai Huma Betang, hingga peningkatan reputasi internasional melalui publikasi ilmiah, pengembangan teknologi, dan pertukaran budaya.
"UPR harus bergerak serentak dan memberi dampak bagi masyarakat Kalimantan Tengah. Saya siap mendengar aspirasi mahasiswa dan memberikan ruang bagi mereka dalam setiap kebijakan," katanya.
Adapun Prof Liswara Neneng mengusung visi menjadikan UPR sebagai perguruan tinggi unggul dan berdampak menuju Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH), sekaligus menjadi pusat pengembangan ilmu rawa gambut tropika dan daerah aliran sungai (DAS).
Ia menekankan pentingnya tata kelola perguruan tinggi berbasis digital yang transparan, akuntabel, dan berintegritas. Selain itu, peningkatan akreditasi, daya serap lulusan di dunia kerja, penguatan kemitraan nasional maupun internasional, serta peningkatan pendapatan non-UKT menjadi target yang akan diwujudkan.
"Suara mahasiswa merupakan bagian penting dalam setiap kebijakan kampus. Kami ingin membangun UPR yang unggul, inovatif, berintegritas, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat," imbuhnya.
Ketua Senat UPR Prof Petrus Poerwadi mengingatkan seluruh pihak menjaga integritas selama proses pemilihan berlangsung agar tidak muncul persoalan yang dapat mencoreng nama baik universitas.
"Kami mengimbau semua pihak menjaga integritas. Setelah pemungutan suara tahap pertama, proses berikutnya akan mengikuti arahan kementerian hingga ditetapkan tiga calon rektor," pungkasnya. (daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama