
PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya terus memperkuat upaya pencegahan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.
Seluruh satuan pendidikan diminta tidak hanya fokus pada proses belajar mengajar, tetapi juga aktif membangun lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah anak melalui pembentukan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK).
Plt Kepala Disdik Kota Palangka Raya Jayani melalui Sekretaris Disdik Aprae Vico Ranan mengatakan, perundungan masih menjadi persoalan serius yang dapat mengganggu tumbuh kembang peserta didik.
Dampaknya tidak hanya menimbulkan luka fisik, tetapi juga dapat memicu trauma, menurunkan rasa percaya diri, hingga mengganggu kesehatan mental korban.
"Perundungan berdampak pada kesehatan mental, terutama pada anak-anak dan remaja. Tindakan pelaku dapat memberikan pengaruh buruk terhadap kesehatan fisik maupun mental korban," ujarnya, Kamis (9/7/2026).
Menurut Vico, pencegahan perundungan merupakan tanggung jawab bersama. Selain pihak sekolah, keterlibatan orang tua dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.
Karena itu, sekolah diminta lebih proaktif melakukan edukasi sekaligus membangun komunikasi yang terbuka dengan peserta didik.
Disdik menekankan sedikitnya empat langkah pencegahan yang perlu diterapkan. Pertama, memberikan edukasi kepada siswa mengenai berbagai bentuk perundungan, baik fisik, verbal, maupun sosial, serta membangun komunikasi yang baik di lingkungan keluarga agar anak berani menyampaikan setiap masalah yang dihadapi.
Kedua, menanamkan sikap empati, toleransi, dan saling menghargai sejak dini sebagai bagian dari pembentukan karakter. Ketiga, mendorong peserta didik mengembangkan bakat dan potensinya melalui kegiatan olahraga, seni, maupun ekstrakurikuler sehingga memiliki rasa percaya diri yang lebih baik.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





