Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Industri Rotan Butuh Modernisasi Alat Produksi

M. Rifani Dewantara
Aktivitas sejumlah pekerja lokal di sektor komoditas rotan di Kotim.
Aktivitas sejumlah pekerja lokal di sektor komoditas rotan di Kotim.

Advertisement

 

KUALA PEMBUANG, radarsampit.jawapos.com — Pemerintah Kabupaten Seruyan mengusulkan dukungan pemerintah pusat untuk modernisasi alat produksi bagi industri kecil dan menengah (IKM) rotan di daerah tersebut. Usulan itu disampaikan saat audiensi Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda dengan Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian RI di Jakarta, Kamis (9/7).

Dalam audiensi tersebut, Ahmad memaparkan potensi industri rotan Seruyan sekaligus menyampaikan kendala yang masih dihadapi para pelaku IKM, terutama keterbatasan peralatan produksi.

Advertisement

“Salah satu persoalan utama adalah proses produksi yang sebagian besar masih dilakukan secara manual, terutama pada tahap pembelahan dan penipisan rotan,” kata Ahmad Selanorwanda.

Menurutnya, rotan merupakan komoditas unggulan yang telah lama menjadi sumber penghidupan masyarakat Seruyan. Selain dijual sebagai bahan baku, rotan juga diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, seperti anyaman, keranjang, tas, suvenir, hingga produk dekoratif.

Ia menjelaskan, Pemkab Seruyan telah melakukan pembinaan dan pelatihan kepada para pengrajin. Namun, keterbatasan alat produksi masih menjadi tantangan dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas produk.

Advertisement

Penggunaan alat manual menyebabkan proses produksi membutuhkan waktu lebih lama serta meningkatkan risiko kerusakan bahan baku, seperti rotan patah atau cacat.

“Karena itu, Pemkab Seruyan mengusulkan dukungan pemerintah pusat berupa mesin pembelah dan mesin penipis rotan,” ujarnya.

Bantuan peralatan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses produksi, meningkatkan efisiensi, mengurangi kerusakan bahan baku, serta menghasilkan produk rotan yang lebih berkualitas dan berdaya saing di pasar nasional maupun internasional.

Namun, Direktorat Jenderal IKMA menyampaikan bahwa program bantuan mesin belum dapat direalisasikan karena adanya kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kenaikan Harga Rotan Mentah Dinilai Belum Ideal

Kenaikan Harga Rotan Mentah Dinilai Belum Ideal

Ketua Asosiasi Petani Rotan Kabupaten Kotawaringin Timur, Dadang H Syamsu, menyambut positif kenaikan harga rotan,namun dinilai belum ideal

Harga Karet dan Rotan Mentah di Kotim Bergairah Lagi

Harga Karet dan Rotan Mentah di Kotim Bergairah Lagi

Kabar menggembirakan datang bagi petani karet dan rotan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), karena harganya bergairah lagi di pasaran

Setelah Sawit, Harga Rotan Ikut Membaik, Petani Kotim 'Full Senyum'

Setelah Sawit, Harga Rotan Ikut Membaik, Petani Kotim 'Full Senyum'

Kenaikan harga rotan mulai dirasakan petani dan pengumpul di sejumlah desa. Komoditas yang sempat mengalami tekanan harga itu kini kembali m

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer