SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya mencatat sebanyak 36 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Kalimantan Tengah selama periode pengamatan 26 Juni 2026 pukul 00.00 hingga 23.00 WIB.
Kondisi tersebut menjadi sinyal agar kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap ditingkatkan.
Laporan pembaruan cuaca dan iklim yang dirilis pada Sabtu (27/6) pukul 07.30 WIB itu juga memuat analisis kondisi atmosfer, kualitas udara, hingga potensi hujan di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.
Untuk wilayah Sampit, BMKG mencatat kondisi cuaca pada pagi hari berawan dengan kecepatan angin sekitar 4 kilometer per jam dan jarak pandang mencapai 8 kilometer. Sementara itu, arah angin bersifat berubah-ubah (variable).
Selain memantau hotspot, BMKG juga melakukan analisis terhadap tingkat kemudahan bahan bakar alami terbakar atau Fine Fuel Moisture Code (FFMC).
Parameter tersebut menggambarkan tingkat kekeringan bahan-bahan ringan seperti dedaunan kering, rumput, dan humus permukaan yang menjadi pemicu awal kebakaran apabila terkena sumber api.
BMKG turut menganalisis Initial Spread Index (ISI) yang menunjukkan potensi penyebaran api apabila kebakaran terjadi. Nilai indeks ini dipengaruhi oleh kecepatan angin, sehingga semakin kencang angin bertiup, semakin cepat api berpotensi meluas.
Di sisi lain, laporan tersebut juga memuat potensi pertumbuhan awan hujan serta peluang hujan untuk hari ini dan esok sebagai salah satu faktor yang dapat memengaruhi tingkat kerawanan karhutla di berbagai daerah di Kalimantan Tengah.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama di tengah mulai meningkatnya jumlah titik panas di Kalimantan Tengah.
Pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan juga diharapkan terus memperkuat langkah pencegahan agar karhutla tidak meluas selama musim kemarau. (oes/sla)
Editor : Slamet Harmoko