Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Antisipasi Banjir, Sejumlah Drainase di Kota Sampit Dikeruk

Heny Pusnita • Rabu, 17 Desember 2025 | 17:20 WIB
Pengerukan salah satu drainase utama di sekita Kota Sampit yang mengalami pendangkalan, baru-baru tadi.
Pengerukan salah satu drainase utama di sekita Kota Sampit yang mengalami pendangkalan, baru-baru tadi.

SAMPIT,radarsampit.jawapos.com-Permukaan badan Jalan Pelita Barat yang mengarah menuju Jalan Moh Hatta (Jalur Lingkar Selatan) Kota Sampit, sering tergenang banjir. Penyebab utamanya, saluran drainase yang dangkal, sehingga air tak lekas surut pasca hujan deras.

Persoalan itu, langsung ditangani petugas Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DSDABMBKPRKP) Kabupaten Kotim ketika meninjau lokasi titik rawan banjir.

"Setelah selesai menangani pengangkutan sampah di Jalan Sawit Raya, saya kebetulan lewat jalur lingkar selatan, menembus Jalan Pelita Barat. Melihat genangan air menutupi badan jalan," kata Suhardiyono, Pengawas Teknis Jalan dan Jembatan DSDABMBKPRKP Kotim, Selasa (16/12).

Genangan air itu menutup sebagian badan jalan sepanjang 1 km dengan ketinggian 10-20 cm, dan langsung diatasi  dengan pengerukan saluran drainase. “Sabtu lalu, genangan sudah surut, namun normalisasi masih terus kami kerjakan agar tidak menimbulkan genangan baru di titik lainnya," tambah Suhardiyono.

Pihaknya menargetkan, normalisasi pengerukan saluran drainase dikerjakan sepanjang 5 kilometer pada sisi kanan dan sisi kiri saluran."Ini yang sedang dikerjakan 2.500 meter di sisi kiri, dilanjutkan di sisi kanan. Jadi, kalau ditotal 5.000 meter. Yang sudah ditangani 1.000 meter," terangnya.

Suhardiyono menambahkan, normalisasi saluran drainase juga sedang dikerjakan di Jalan HM Arsyad, Suprapto dan Walter Condrat. Penanganan di Jalan Pelita Barat dikerjakan menggunakan bantuan alat berat ekskavator dan diperkirakan seminggu lagi selesai.

Sementara normalisasi drainase di Jalan HM Arsyad dan Walter Condrat ditangani manual, karena ada saluran yang lebarnya kurang satu meter, dan  tidak bisa menggunakan alat berat. (hgn/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
#Dikeruk #Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bina Konstruksi Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) #antisipasi banjir #Pendangkalan #Kota sampit #pengerukan