KUALA KAPUAS,radarsampit.jawapos.com- Aksi balap liar di Kota Kuala Kapuas rupanya masih marak terjadi.Meski suara nyaring knalpot menggema,nampaknya petugas kepolisian yang berpatroli seringkali kecolongan, seperti aksi kebut-kebutan yang terjadi di Jalan Tambun Bungai,Kuala Kapuas, Sabtu (7/6) malam Minggu.
"Seringkali menjadi pemandangan rutin setiap Sabtu malam di sejumlah ruas jalan utama Kuala Kapuas seperti Jalan Tambun Bungai dan Ahmad Yani, belasan sepeda motor tumpah ruah, sebagian besar dikendarai kalangan remaja" ucap Saiful, salah satu warga Kuala Kapuas, Minggu (8/6).
Menurut pengakuannya, fenomena ini tak lagi mengejutkan, dimulai dari dua motor yang beradu kecepatan, disusul belasan motor lainnya. Melaju tanpa kendali, kerap beraksi hingga dini hari.
Ironisnya, ini bukan kejadian incidental lantaran berlangsung hampir setiap akhir pekan, dengan pola yang sama dan risiko yang tak kecil.Padahal pihak Satlantas Polres Kapuas terlihat tengah gencar-gencarnya memberikan himbauan maupun tindakan.
"Apakah aksi ini bukan bentuk pelanggaran lalu lintas yang nyata. Apakah tidak ada potensi kecelakaan fatal yang mengintai, baik bagi pelaku maupun pengguna jalan lain. Dan yang paling mengkhawatirkan,apakah ini contoh yang akan diwariskan kepada generasi muda lainnya,” ujar Saiful menyoroti persoalan itu.
Warga Kuala Kapuas lainnya yang biasa dipanggil Yud, dan salah satu anggota relawan Kapuas juga mengungkapkan bahwa kebiasaan seperti ini selain membahayakan, juga secara perlahan merusak wajah Kota Kuala Kapuas ,jauh dari kata tertib, dan aman.
Selain itu, di tengah banyaknya laporan permintaan evakuasi korban lakalantas yang cukup tinggi,pihaknya sebagai relawan Kapuas sangat menyayangkan aksi balap liar masih marak berlangsung.
"Jalan raya bukan arena balap, dan malam hari bukan alasan untuk bertindak semaunya. Mohon pihak berwajib benar-benar bertindak,hal ini sudah seringkali dilakukan di tengah kota dan waktu yang sama,” pungkas Yud.
Atas maraknya aksi balap liar ,pihak relawan Kapuas mengajak semua pihak masyarakat, orang tua, dan tentu aparat penegak hukum untuk tidak menutup mata. Menurut mereka edukasi bahaya balap liar memang diperlukan, tetapi penegakan aturan jauh lebih mendesak karena jika dibiarkan terus menerus, yang akan lahir bukan hanya korban, tapi juga pembiaran yang membudaya.
"Jangan biarkan suara knalpot dan kebut-kebutan di malam buta menjadi simbol diamnya kita semua,” tandas Yud.(sbn/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama