PANGKALAN BUN,radarsampit.jawapos.com - Warga Desa Nanga Mua, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dibikin resah dengan semakin seringnya kemunculan buaya di Daerah Aliran Sungai (DAS) Arut desa setempat akhir-akhir ini.
Buaya jenis Senyulong tersebut bukan hanya muncul di malam hari, tetapi juga di pagi hari ketika warga ramai mandi dan mencuci pakaian di tepi sungai (lanting).
Warga Desa Nanga Mua diminta untuk berhati-hati dan mengurangi aktifitas di sungai, karena dikhawatirkan terjadi serangan buaya kepada manusia.
Salah satu warga Desa Nanga Mua, Ariyandi menyampaikan, sebelum ini juga muncul buaya-buaya berbagai ukuran di daerah aliran sungai Arut yang melintasi desa mereka.
"Satu dua bulan engga muncul, sekarang muncul lagi, tenggelam dan timbul di dekat jamban yang sering digunakan untuk warga mandi dan cuci," ujarnya.
Diceritakannya beberapa waktu lalu, warga juga melihat dua buaya berkelahi di tengah sungai, dua buaya tersebut berukuran besar dengan panjang di atas 4 meter.
Pihaknya merasa khawatir dengan kemunculan buaya tersebut, karena banyak warga beraktifitas di sungai terpanjang di kabupaten Kotawaringin Barat itu.
"Kita harapkan warga berhati-hati bila beraktifitas di tepi sungai, apalagi sampai berenang, memang sejauh ini belum ada laporan adanya serangan buaya, tetapi tidak salah kita waspada," harapnya.
Warga Nanga Mua lainnya, Mia menyampaikan dengan seringnya buaya muncul di sungai, ia mulai melarang putra - putrinya untuk bermain di tepi sungai. "Melihat tadi pagi biaya muncul sudah merinding, cuma sebentar kemudian menghilang," pungkasnya. (tyo/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama