SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Aksi brutal menggunakan senjata tajam kembali menggemparkan Kota Sampit. Seorang pria berinisial R (33) diduga mengamuk dan menyerang dua warga di kawasan eks Golden Teater, Jalan Rahadi Usman, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Jumat (12/6/2026) siang.
Akibat insiden tersebut, seorang pria berinisial G mengalami luka robek di telapak tangan kiri setelah berusaha melindungi rekannya dari sabetan parang yang diduga diayunkan pelaku.
Kasus itu kini telah ditangani pihak kepolisian setelah korban melaporkan kejadian tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula sekitar pukul 11.30 WIB ketika pelaku berada di lokasi kejadian. Tidak lama kemudian, korban G datang menggunakan sepeda listrik dan menghampiri pelaku. Selanjutnya, seorang pria lainnya berinisial B juga tiba di tempat tersebut.
Namun suasana yang semula biasa mendadak berubah tegang. Saat melihat kedatangan B, pelaku diduga langsung berdiri dan mengeluarkan sebilah parang yang dibawanya.
Melihat gelagat mencurigakan tersebut, G berupaya mengantisipasi dengan mengambil sepotong kayu yang berada di sekitar lokasi. Tak berselang lama, pelaku langsung mengayunkan parang ke arah B.
Beruntung, serangan itu berhasil dihalau G yang berusaha melindungi rekannya. Namun upaya tersebut membuat telapak tangan kirinya terkena sabetan senjata tajam hingga mengalami luka robek.
Setelah gagal melukai target yang ditujunya, pelaku kembali bertindak agresif. B yang panik dan ketakutan langsung melarikan diri ke arah Jalan Rahadi Usman, sementara pelaku terus mengejar sambil membawa parang.
“Waktu itu kami terkejut juga. Tiba-tiba ada orang berlari sambil membawa parang. Setelah ditelusuri, ternyata pria itu sedang mengamuk,” ujar Husni, seorang juru parkir yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Aksi tersebut sontak membuat warga sekitar ketakutan. Tidak ada yang berani mendekat ataupun mencoba melerai karena khawatir menjadi sasaran amukan pelaku.
Setelah situasi mulai ramai, pelaku akhirnya meninggalkan lokasi kejadian. Sebelum pergi, ia diduga membuang parang yang digunakan ke pinggir Jalan Rahadi Usman.
Merasa tidak terima atas kejadian yang dialami suaminya, istri korban kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polsek Ketapang agar diproses sesuai hukum yang berlaku.
Dalam penanganan kasus ini, polisi telah mengamankan barang bukti berupa sebilah parang yang diduga digunakan saat kejadian. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan guna mengungkap secara utuh motif di balik aksi penganiayaan tersebut.
“Kami juga tidak tahu apa masalahnya. Yang pasti korbannya terkena bacokan pelaku,” kata Husni.
Terduga Pelaku Akhirnya Ditangkap Polisi
Pelarian terduga pelaku penganiayaan menggunakan senjata tajam yang sempat menggegerkan kawasan belakang eks Golden Teater, Jalan Rahadi Usman, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, akhirnya berakhir.
Pria berinisial R (33) dikabarkan telah diamankan aparat kepolisian setelah beberapa hari menjadi buronan.
Penangkapan tersebut merupakan tindak lanjut dari kasus penganiayaan yang terjadi pada Jumat (12/6) siang. Dalam insiden tersebut, seorang pria berinisial G mengalami luka robek pada bagian tangan kiri akibat sabetan senjata tajam.
“Informasinya pelaku sudah berhasil diamankan petugas di sekitar kawasan Taman Kota Sampit,” ujar S, salah seorang rekan korban, Minggu (14/6).
Menurut informasi yang dihimpun, selain mengamankan terduga pelaku, aparat kepolisian juga telah menyita barang bukti yang diduga digunakan saat kejadian. Barang bukti tersebut akan digunakan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.
Kasus ini sebelumnya menjadi perbincangan warga setelah kabar penganiayaan bersenjata tajam tersebar luas. Kejadian tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat terkait keamanan di kawasan sekitar eks Golden Teater.
S mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian yang berhasil mengamankan terduga pelaku dalam waktu relatif singkat. Ia berharap proses hukum dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku sehingga memberikan rasa keadilan bagi korban.
“Alhamdulillah, berkat kerja keras petugas pelaku akhirnya berhasil diamankan,” katanya.
Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kronologi penangkapan maupun status hukum terduga pelaku.
Kapolsek Ketapang AKP Anis juga belum memberikan pernyataan saat dikonfirmasi mengenai informasi penangkapan tersebut.
Polisi diperkirakan masih melakukan pemeriksaan intensif guna mengungkap secara lengkap motif dan rangkaian peristiwa yang melatarbelakangi aksi penganiayaan tersebut. (sir/sla)
Editor : Slamet Harmoko