radarsampitjawapos.com- Film Esok Tanpa Ibu dibintangi Dian Sastrowardoyo,Ringgo Agus Rahman, Ali Fikry, Bima Sena dan lainnya, menghadirkan kisah drama keluarga yang penuh keharuan tentang cinta mendalam terhadap sosok seorang ibu.
Dikisahkan, kerinduan semakin terasa setelah sosok ibu yang diperankan oleh Dian Sastrowardoyo meninggal dunia.
Demi mengobati kerinduan yang mendalam itu, sosok sang ibu pun "dihidupkan kembali" dengan teknologi Artificial Intelligence atau Akal Imitasi (AI).
Shanty Harmayn sebagai produser mengungkapkan, kehilangan sosok Ibu merupakan momen sangat menyedihkan bagi seorang suami ataupun anak.Kisah inipun dihadirkan dalam suasana yang sangat relevan dengan situasi zaman ini, dimana teknologi AI mulai menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Kami berharap kisah yang sangat personal ini dapat beresonansi secara universal dengan penonton,"ujarnya.
Dian Sastrowardoyo mengungkapkan, film Esok Tanpa Ibu jadi menarik karena film keluarga yang mencoba mempertanyakan tentang autentisitas koneksi manusia di dunia yang sudah sangat modern. Teknologi sudah sangat dekat dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan menurutnya, teknologi juga hadir di ruang yang sangat privat sekalipun.
Dalam film Esok Tanpa Ibu ini, bakal ada banyak suara Dian Sastro saat berkomunikasi menyerupai gaya pengucapan verbal AI. Dipastikannya suara itu dilakukannya langsung, bukan memanfaatkan teknologi AI.
"Supaya bisa berintonasi seperti AI, aku sering ngobrol sama AI. Aku juga pelajari intonasinya, gayanya, ciri khas AI biar mirip," ungkap Dian Sastro.
Diungkapkan pula, gaya komunikasinya menirukan suara AI di film Esok Tanpa Ibu, memiliki 3 versi berbeda. Mulai dari versi paling sederhana hingga versi yang sudah disempurnakan.
"Di film ini, ada beberapa versi ibu. Ada yang masih sederhana 1.0, ada yang upgrade 2.0, dan ada versi yang lebih update lagi," terang Dian Sastro.
Film yang dibintangi Ali Fikry, Dian Sastrowardoyo, Ringgo Agus Rahman, Aisha Nurra Datau, dan Bima Sena ini akan tayang di bioskop mulai 22 Januari 2026.
Film ini diproduksi hasil kolaborasi sejumlah rumah produksi yaitu BASE Entertainment, Beacon Film, Refinery Media, didukung oleh Singapore Film Commission (SFC) dan Infocomm Media Development Authority (IMDA).(ab/jpc)
Editor : Agus Jaka Purnama