Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

S Line Viral, Tren Garis Merah di Atas Kepala Bikin Geger! Cek Artinya Sebelum Ikut-ikutan

Usay Nor Rahmad • Jumat, 18 Juli 2025 | 14:33 WIB
Tangkapan layar cuplikan film drama korea S Line yang menampilkan garis merah di kepala, kini tren itu ramai diikuti netizen.
Tangkapan layar cuplikan film drama korea S Line yang menampilkan garis merah di kepala, kini tren itu ramai diikuti netizen.

Radarsampit.jawapos.com – Jagat media sosial kembali diramaikan oleh tren visual yang bikin penasaran: S Line.

Bukan soal fesyen atau bentuk tubuh, melainkan garis merah yang melayang di atas kepala seseorang.

Fenomena ini ramai muncul dalam meme dan video TikTok, memicu kehebohan netizen dari berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Tren ini bermula dari drama Korea berjudul S Line yang tayang perdana di platform streaming Wavve pada 11 Juli 2025. Mengusung genre fantasi-thriller, drama tersebut dibintangi oleh Lee Soo-hyuk, Arin, dan Lee Da-hee.

Cerita dalam S Line cukup unik. Dalam semesta fiksinya, “S Line” adalah garis merah di atas kepala yang hanya dapat dilihat oleh orang-orang tertentu.

Garis tersebut menjadi indikator jumlah pengalaman seksual seseorang. Semakin banyak garisnya, semakin banyak pasangan yang pernah dimiliki.

Sebaliknya, kepala tanpa garis menandakan belum memiliki pengalaman tersebut.

Salah satu adegan ikonik memperlihatkan karakter utama, Han Ji-wook (diperankan Lee Soo-hyuk), berjalan dikelilingi puluhan garis merah.

Cuplikan adegan ini sontak viral dan dijadikan template meme oleh netizen, termasuk di Indonesia. Banyak warganet yang mengedit foto diri sendiri, tokoh publik, hingga karakter fiksi dengan tambahan garis merah di atas kepala.

Konten bertema “S Line” kini berseliweran di TikTok. Ada yang menanggapinya sebagai lelucon kreatif, namun tak sedikit pula yang menilai tren ini menyinggung ranah privasi hingga bermuatan pelecehan moral.

Beberapa netizen bahkan menyebutnya sebagai bentuk “pengakuan dosa digital” karena menyentuh hal-hal yang seharusnya bersifat pribadi.

Perdebatan pun bermunculan. Ada yang menganggap tren ini sekadar hiburan dan bagian dari budaya populer, tetapi ada pula yang menganggapnya berbahaya karena menggeser batas-batas etika dan kesopanan. Di media sosial, tren ini telah menjadi simbol baru yang menuai pro dan kontra.

“Saya kira awalnya cuma editan lucu. Tapi ternyata itu referensi dari drama yang maknanya cukup dalam,” komentar seorang pengguna TikTok.

Di balik viralnya, drama S Line menyuguhkan narasi kritis soal bagaimana masyarakat menilai orang lain berdasarkan standar moral dan seksualitas. Drama ini eksklusif tayang di Wavve dan mendapat sorotan luas karena premisnya yang berani dan belum pernah diangkat sebelumnya.

Sampai saat ini, tren “S Line” bukan hanya menjadi perbincangan karena alur cerita dramanya, tapi juga karena berhasil melahirkan tren visual yang menyentil sekaligus menghibur.

Entah sekadar gimik atau bentuk kritik sosial terselubung, yang jelas, garis merah ini telah sukses mengguncang dunia maya.

Menanggapi fenomena ini, Ustaz Syam El Marusy dalam unggahan media sosialnya menyampaikan pesan yang menyentuh.

Ia mengingatkan bahwa Allah adalah Maha Penyayang karena tidak memperlihatkan aib hamba-Nya kepada orang lain.

"Allah itu Maha Baik. Tapi kenapa netizen malah mengunggah dan membuat garis-garis sendiri?" ujarnya.

Menurutnya, dari tren ini masyarakat seharusnya belajar bahwa jika seluruh aib manusia terlihat, mungkin mereka akan hidup dalam rasa malu sepanjang hayat. (*)

Editor : Slamet Harmoko
#S Line #film S line #tren garis merah di atas kepala #Arti garis merah di atas kepala