Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Film Waktu Maghrib 2, Kembalinya Teror Ummu Sibyan. Tayang Dibioskop Mulai Rabu 28 Mei 2025

Agus Jaka Purnama • Rabu, 28 Mei 2025 | 21:55 WIB

 

Photo
Photo

radarsampit.jawapos.com - Setelah dua tahun,film Waktu Maghrib  merilis sekuel Waktu Maghrib 2, dan mulai tayang di bioskop mulai Rabu, 28 Mei 2025.

Waktu Maghrib 2 rupanya menceritakan peristiwa 20 tahun setelah kejadian di film pertama. Karena kejadiannya 20 tahun setelah film pertama dan lokasinya pun berbeda, banyak pemeran baru dalam film Waktu Maghrib 2.

Omar Daniel berperan sebagai Adi dewasa di Waktu Maghrib 2. Di film pertama, Ali Fikry yang berperan sebagai Adi di masa kanak-kanak.

Selain Adi, Ayu yang masih anak-anak di film pertama juga akan muncul sebagai sosok dewasa di Waktu Maghrib 2, diperankan Fita Anggraini Ilham.

Yugo yang menjadi pemeran utama film Waktu Maghrib 2 diperankan Sultan Hamonangan.Teman-teman Yugo bernama Dewo, Wulan, dan Endro masing-masing diperankan Ghazi Alhabsy, Anantya Kirana, serta Muzakki Ramadhan.

Di film pertama, karakter Drajat diperankan Bevan Putra. Sedangkan Waktu Maghrib 2 menghadirkan karakter Pak Drajat oleh Buyung Ispramadi.

Sadana Agung masih berperan sebagai Hansip, baik di film pertama maupun kedua. Nopek Novian pun muncul di film Waktu Maghrib 2 sebagai karakter Naufal.

Selain nama-nama tersebut, film Waktu Maghrib 2 juga dibintangi Bagas Pramatama, Maychelina Anis, Bonifasius Mariano, dan Aradhan Rahadi.

Film Waktu Maghrib 2 menjalani syuting di sebuah desa di Yogyakarta selama 23 hari. Lokasi kuburan yang akan muncul dalam film Waktu Maghrib ternyata buatan, tetapi dibuat semirip mungkin sehingga tak mengurangi kesan menyeramkan.

Sultan Hamonangan yang berperan sebagai Yugo bahkan sempat pingsan saat merekam adegan di kuburan buatan tersebut.

Sebagai pemeran utama, Sultan Hamonangan mengaku cukup kesulitan mengucapkan dialek berbahasa Jawa. Ia juga mengubah gaya rambutnya demi peran sebaga Yugo.

Sementara tantangan untuk Sidharta Tata sebagai sutradara adalah adegan kesurupan massal yang melibatkan puluhan anak dalam proses syuting.

Awalnya Teror menghantui warga Desa Giritirto dalam film Waktu Maghrib 2. Teror tersebut mengancam nyawa warga, terutama anak-anak.

Semua berawal dari Yugo cs yang pulang bertanding sepakbola di desa sebelah saat senja.Kekalahan membuat mereka pulang dalam kondisi marah dan penuh kecewa sambil mengutuk tim lawan.

Sumpah serapah di waktu maghrib dipercaya mendatangkan kekuatan jahat Ummu Sibyan.Salah satu raga dari Yugo cs lantas berhasil diambil alih olehh Ummu Sibyan alias kerasukan.

Akibatnya, Giritirto mulai mendapatkan teror yang bahkan lebih mengerikan dan mencekam dari apa yang pernah terjadi di Desa Jatijajar.

Satu per satu anak hilang secara misterius. Warga pun kesulitan melawan kekuatan Ummu Sibyan yang sangat kuat.

Adi dari film pertama yang sudah dewasa berusaha membantu meski dirinya pun mengalami trauma akibat teror Ummu Sibyan di masa lalu.

Adi merupakan satu dari sekian penduduk Desa Jatijajar yang pernah diteror Ummu Sibyan.Puncak dari teror tersebut, warga Giritirto mengalami kesurupan massal yang mengancam nyawa satu sama lain.(sr/int)

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#Ummu SIbyan #mencekam #Pemeran #film #Waktu Maghrib 2