Radarsampit.jawapos.com - Banyak cara manusia menyampaikan apa yang ada di pikiran dan hatinya.
Namun, seni telah membuat seseorang bisa menyampaikan hal-hal yang berkecamuk di pikiran dan dada menjadi tersampaikan lebih indah kepada orang lain.
Salah satunya melalui seni musik, musik tak hanya menjadi hiburan, joget, dan goyang.
Perspektif unik manusia telah menginterpretasikan musik sebagai untuk melukiskan, mencurahkan, dan menyampaikan apa yang bergelut di hati.
Dari karya yang lahir, bisa menjadi inspirasi salah satunya bagi mereka yang putus asa.
Hal ini nampaknya telah digali musisi muda Tanah Air, Bernadya Ribka.
Dalam karya musiknya, ”Untungnya, Hidup Harus Tetap Terus Berjalan", Bernadya mengajak pendengar yang terpuruk dari kegelapan untuk terinspirasi dan menikmati proses kehidupan dengan perspektif berbeda.
Mengusung genre pop bernuansa perjalanan hidup dan cinta nan misterius, Bernadya Ribka berhasil memecahkan rekor dalam Platform Musik Spotify, sebagai musisi yang paling banyak didengarkan dalam sehari di Indonesia.
Hits 'Untungnya,Hidup Harus Tetap Terus Berjalan' menjadi trending tidak hanya di Spotify, namun juga Youtube dengan Viewers sebanyak 25 juta dalam 2 bulan.
Belum lagi sebagai 'backsound' video kreator baik di Tiktok maupun Instagram.
Suara khasnya Bernadya mengingatkan warna suara Vokalis Cokelat, Kikan, dan warna musik Laluna.
Dua Band Pop Vokalis Indonesia tahun 2000-an yang wara-wiri menghiasi tangga teratas musik Indonesia kala itu.
”Suaranya ingat sekali, dengan Kikan, jadi kayak ada kesan darknya gitu,” ungkap salah seorang netizen mengomentari lagu Bernadya.
Gadis kelahiran Surabaya itu dinilai sukses membawakan nuansa musik Indonesia di era band tahun 2000-an. Di mana vokalis wanita cukup mengena di hati pecinta musik Tanah Air.
Di balik kesuksesan Bernadya, rupanya tak lepas dari tangan musisi yang sudah wara-wiri sukses sebelumnya. Di antaranya adalah Rendy Pandugo dan Petra Sihombing, sehingga karya musik yang digarap benar-benar matang.
Keseluruhan lirik lagu-lagu Bernadya ditulis oleh dirinya sendiri.
Dalam sebuah pernyataanya, Bernadya menceritakan bahwa tak semua lirik di albumnya berdasarkan pengalaman pribadinya.
Tak jarang inspirasi datang dari beberapa cerita orang lain dan media sosial. (sbn/ign)
Editor : Gunawan.