KUALA KURUN, Radarsampit.jawapos.com – Kabupaten Gunung Mas kembali mencatat prestasi di sektor pendidikan. Tiga sekolah dari jenjang berbeda resmi ditetapkan sebagai sekolah model implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), Koding, dan Kecerdasan Artifisial (AI) oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Nomor 0010 Tahun 2026. Ketiga sekolah yang terpilih adalah SD Eka Tjipta Kajuei di Desa Tumbang Kajuei, SMPN 3 Tewah, dan SMAN 1 Sepang.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Gunung Mas melalui Kabid SD dan SMP, Silpanus, mengatakan program sekolah model merupakan inisiatif Kemendikdasmen untuk menjadikan sekolah-sekolah terpilih sebagai percontohan penerapan inovasi pendidikan berbasis teknologi dan penguatan kompetensi abad ke-21.
Baca Juga: Polisi Datangi Warga Tangkiling, Beberkan Ancaman Pidana Narkoba
“Program ini mengusung dua pendekatan utama, yakni Pembelajaran Mendalam (PM) serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA),” ujarnya, Jumat (5/6).
Menurut Silpanus, konsep Pembelajaran Mendalam dirancang untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, kreativitas, dan keterampilan menerapkan pengetahuan dalam kehidupan nyata. Pendekatan tersebut menekankan proses belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan bagi peserta didik.
Sementara itu, program Koding dan Kecerdasan Artifisial bertujuan membangun kemampuan berpikir logis, sistematis, dan analitis. Melalui program tersebut, siswa diharapkan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, etis, dan bertanggung jawab di era digital yang terus berkembang.
Baca Juga: Curi Peralatan Workshop Perusahaan Sawit, Pria di Lamandau Digiring ke Penjara 8 Bulan
Sebagai sekolah model, ketiga sekolah tersebut memiliki sejumlah tanggung jawab. Di antaranya mengintegrasikan pembelajaran mendalam serta koding dan AI ke dalam kurikulum, menyusun proyek pengembangan sekolah, membentuk kelompok belajar, hingga membangun kemitraan dengan orang tua dan dunia kerja.
Selain itu, sekolah juga diwajibkan menyampaikan laporan perkembangan program secara berkala sebagai bagian dari proses evaluasi dan pendampingan.
Secara nasional, terdapat 842 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan yang ditetapkan sebagai sekolah model. Rinciannya meliputi 95 satuan PAUD, 321 SD, 203 SMP, dan 223 SMA yang tersebar di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Misi Berat Veda Ega Pratama Menjaga Konsistensi di MotoGP Hungaria 2026
Dari jumlah tersebut, Kabupaten Gunung Mas menjadi salah satu daerah di Kalimantan Tengah yang berhasil menempatkan tiga sekolah sekaligus dalam program nasional tersebut, mewakili jenjang SD, SMP, dan SMA.
Silpanus berharap keberadaan sekolah model ini dapat menjadi motor penggerak transformasi pendidikan di Gunung Mas, khususnya dalam pemanfaatan teknologi koding dan kecerdasan artifisial untuk mendukung kualitas pembelajaran.
“Kami akan terus mendampingi dan mendukung pelaksanaan program sekolah model pembelajaran mendalam dan kecerdasan artifisial agar dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi dunia pendidikan di Gunung Mas,” pungkasnya. (arm/fm)
Editor : Farid Mahliyannor