Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kobar Masih Membara! Sudah 113 Hektare Lahan Ludes Terbakar

Koko Sulistyo
Penulis: Koko Sulistyo❯
KEBAKARAN LAHAN: BPBD Kabupaten Kotawaringin Barat saat penanganan Karhutla di Desa Purbasari, Kecamatan Pangkalan Lada, Kamis (23/07/2026) malam pukul 20.30 WIB. FOTO: BPBD KOBAR/RADAR SAMPIT
KEBAKARAN LAHAN: BPBD Kabupaten Kotawaringin Barat saat penanganan Karhutla di Desa Purbasari, Kecamatan Pangkalan Lada, Kamis (23/07/2026) malam pukul 20.30 WIB. FOTO: BPBD KOBAR/RADAR SAMPIT

Advertisement

 

PANGKALAN BUN – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih menjadi ancaman serius di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar mencatat sebanyak 111 kejadian Karhutla terjadi sepanjang Januari hingga Juli 2026 dengan total lahan yang terbakar mencapai 113 hektare.

Advertisement

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kobar, Andan Santana, mengatakan kebakaran tersebut tersebar di enam kecamatan. Kecamatan Arut Selatan menjadi wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak, yakni 59 kali, disusul Kecamatan Kumai 39 kali.

Kotawaringin Lama sembilan kali, Pangkalan Banteng tiga kali, serta Arut Utara dan Pangkalan Lada masing-masing satu kali.

Advertisement

"Karhutla yang tercatat terjadi di enam kecamatan. Hingga saat ini Kecamatan Pangkalan Lada dan Arut Utara masing-masing satu kasus karhutla," ujarnya, Jumat (24/07/2026).

Menurut Andan, jumlah kejadian maupun luasan lahan yang terbakar berpotensi terus bertambah karena kebakaran masih terjadi hampir setiap hari. Kondisi cuaca yang panas serta masih adanya aktivitas pembakaran sampah oleh masyarakat menjadi faktor utama penyebab Karhutla.

Sementara itu, Stasiun Meteorologi Bandara Iskandar Pangkalan Bun mencatat suhu udara di Kobar telah menembus lebih dari 36 derajat Celsius. Cuaca panas tersebut juga diikuti meningkatnya jumlah titik panas (hotspot) yang hingga akhir Juli mencapai 85 titik sejak awal tahun.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Bandara Iskandar, Ayu Istiqomah, menjelaskan Kobar saat ini tengah memasuki musim kemarau yang diperkuat oleh aktifnya Monsun Australia.

Kondisi tersebut membawa massa udara kering sehingga curah hujan berkurang dan kelembapan udara di lapisan atas berada di bawah 50 persen.

Advertisement
Editor : Farid Mahliyannor
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Nihil Karhutla Sepanjang 2025, Desa Muara Dua Terima Reward Desa Bebas Api dari PT Gawi Bahandep Sawit Mekar

Nihil Karhutla Sepanjang 2025, Desa Muara Dua Terima Reward Desa Bebas Api dari PT Gawi Bahandep Sawit Mekar

Desa Muara Dua, Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan menerima Reward Desa Bebas Api sebesar Rp100 juta dari PT Gawi Bahandep Sawit Mekar (GBSM)

Karhutla Makin Merajalela, Lima Hektare Lahan di Ujung Pandaran Jadi Arang

Karhutla Makin Merajalela, Lima Hektare Lahan di Ujung Pandaran Jadi Arang

Karhutla menghanguskan sekitar lima hektare lahan kosong di Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Jumat (24/7/2026).

Menggarap Lahan Hangus Eks Dibakar Bakal Diproses Hukum. Empat Helikopter Dikerahkan Patroli Karhutla Keliling Kalteng

Menggarap Lahan Hangus Eks Dibakar Bakal Diproses Hukum. Empat Helikopter Dikerahkan Patroli Karhutla Keliling Kalteng

Menggarap Lahan Hangus Bekas Dibakar Bakal Diproses Hukum di Police Line. Empat Helikopter Dikerahkan Patroli Karhutla Keliling Kalteng

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer