KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com — SMAN 1 Sepang, Kabupaten Gunung Mas, dipercaya menjadi pelaksana Program Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) oleh Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.
Kepala SMAN 1 Sepang, Suyono, mengatakan sekolahnya menjadi satu dari dua SMA di Kalimantan Tengah yang ditunjuk sebagai sekolah model implementasi PM dan KKA.
“Di Provinsi Kalteng ada dua SMA yang dipercaya menjadi sekolah model implementasi PM dan KKA. Salah satunya kami,” ujarnya, Kamis (7/5).
Menurut dia, program tersebut bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan melalui pendekatan pembelajaran mendalam dan berbasis teknologi. Program itu juga diharapkan dapat memperkuat literasi digital dan kemampuan numerasi peserta didik di tengah perkembangan teknologi.
Melalui program PM, peserta didik dilatih tidak hanya menghafal, tetapi juga menganalisis, mencipta, dan memecahkan masalah. Sementara program KKA diarahkan untuk membekali peserta didik agar mampu menjadi inovator di masa depan.
Suyono menjelaskan, peluncuran SMAN 1 Sepang sebagai sekolah model implementasi PM dan KKA telah dilakukan pada Selasa (5/5). Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kalimantan Tengah, Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Kalimantan Tengah, serta sejumlah pemangku kepentingan.
Peluncuran program juga dirangkai dengan deklarasi sekolah aman dan nyaman oleh para pemangku kepentingan.
Menurut dia, inovasi dan teknologi tidak akan berdampak maksimal apabila peserta didik belajar dalam kondisi tidak nyaman. Karena itu, SMAN 1 Sepang berkomitmen menghadirkan lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan, intoleransi, dan kekerasan.
Selain itu, sekolah juga berupaya menjawab tuntutan kualitas lulusan yang tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga karakter dan kompetensi.
Untuk mendukung hal tersebut, sekolah akan memperkuat delapan dimensi profil lulusan, yakni keimanan, kewargaan, kreativitas, penalaran kritis, komunikasi, kesehatan, kemandirian, dan kolaborasi.
Suyono menambahkan, keberhasilan program membutuhkan dukungan berbagai pihak, seperti Dinas Pendidikan, BGTK, BPMP, orang tua peserta didik, dan para pemangku kepentingan lainnya.
Dukungan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) bersama sejumlah mitra strategis. (arm/yit)
Editor : Heru Prayitno