KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com — Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong menghadiri kegiatan tabuh ketiga dalam rangkaian upacara ritual Tiwah mandiri di Desa Tumbang Ponyoi, Kecamatan Kahayan Hulu Utara, Senin (13/4).
Jaya mengatakan, pelaksanaan Tiwah secara mandiri menunjukkan kesadaran masyarakat dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya. Tiwah merupakan kewajiban umat Hindu Kaharingan untuk mengantar arwah keluarga yang meninggal dunia menuju Lewu Tatau Habaras Bulau Habusung Intan atau surga.
Ia menegaskan, Tiwah bukan sekadar tradisi, melainkan bagian dari identitas budaya masyarakat adat Dayak yang sarat nilai spiritual serta penghormatan kepada leluhur. Pelaksanaan ritual tersebut juga sejalan dengan program unggulan daerah, Tambun Bungai Bermartabat, yang berfokus pada nilai sosial dan budaya.
Selain sebagai kegiatan keagamaan dan budaya, Tiwah dinilai memiliki potensi sebagai daya tarik wisata. Menurut Jaya, ritual ini perlu dikemas dan dipromosikan dengan baik agar dapat menarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
Ia berharap, pelaksanaan Tiwah dapat membawa berkah keselamatan, kemakmuran, serta keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, sekaligus mempererat silaturahmi.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Gunung Mas, Ahmady, menyampaikan bahwa Tiwah tersebut dilaksanakan secara mandiri oleh keturunan keluarga yang ditiwahkan.
“Jumlah almarhum yang ditiwahkan sebanyak 21 orang, berasal dari tujuh keluarga,” ujarnya. (arm/yit)
Editor : Heru Prayitno