Buka puasa bersama (bukber), menjadi agenda rutin keluarga besar media Radar Sampit dalam memaknai hadirnya bulan Ramadan. Selain diisi lantunan pembacaan Alquran serta tausiah agama, acara ini senantiasa berbagi kebahagiaan bersama anak-anak panti asuhan, dan keluarga para karyawan serta para agen serta mitra.
--------------------------
Suasana Selasa sore (10/3/2026), hari ke 20 Ramadan 1447 Hijriah di lingkungan kantor Radar Sampit di Jalan MT Haryono No.88 Sampit, nampak ramai dengan orang-orang berpakaian busana muslim.
Pria dan wanita nampak masing-masing mengenakan busana muslim berbagai corak model, sehingga menarik perhatian. Tak ketinggalan puluhan anak-anak, ada yang usia, balita, taman kanak-kanak, sekolah dasar, hingga sekolah menengah pertama, turut meramaikan suasana.
Mereka membaur bersama duduk rapi, baik bersimpuh dan bersila di depan mesin cetak surat kabar harian Radar Sampit, mendengarkan lantunan ayat suci Alquran, tausiah agama, dan sambutan dari manajemen.
Meski sederhana, dan hanya diikuti kalangan internal, bukber yang mengusung tema “Tebarkan Kebahagiaan dengan Silaturahmi Meraih Berkah Ramadan” itu, tetap terasa hangat.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh Qori Ahmad Muzakki. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan pemberian santunan dan bingkisan kepada anak-anak dari Panti Asuhan Annida Qolbu, serta penyerahan paket parcel Lebaran untuk mitra dari agen. Termasuk para asongan. Tak ketinggalan para anak-anak para karyawan juga turut mendapatkan bingkisan.
Direktur Radar Sampit Siti Fauziah mengungkapkan, buka bersama ini merupakan bentuk rasa syukur atas perjalanan Radar Sampit yang terus berkembang mengikuti perkembangan zaman.
Menurutnya, melalui PT Putra Sampit Perdana sebagai perusahaan multi platform, Radar Sampit tidak hanya bergerak di media konvensional tetapi juga terus memperkuat platform digitalnya.
“Acara ini kami laksanakan sebagai bentuk rasa syukur. PT Putra Sampit Perdana sebagai perusahaan multi platform terus mengikuti perkembangan zaman, tidak hanya konvensional tetapi juga di dunia digital, dan terus tumbuh,” ungkapnya dalam sambutan.
Ia menyebutkan, Radar Sampit dalam waktu dekat akan memasuki usia 20 tahun, tepatnya pada 17 April 2026. Selama perjalanan tersebut, diakuinya berbagai tantangan berhasil dilalui sehingga pondasi perusahaan media ini semakin kuat.
“Sebentar lagi Radar Sampit akan berusia 20 tahun. Pondasi kami makin kokoh dan perubahan zaman terus kami ikuti, dengan berkolaborasi. Harapan kami bisa menjadi media terbaik di Kalimantan Tengah,” imbuh Siti Fauziah.
Kegiatan buka puasa bersama tersebut juga menjadi momentum mempererat kebersamaan antara karyawan dan keluarga besar Radar Sampit.
“Tidak hanya karyawan, tapi juga seluruh keluarga karyawan sehingga bisa saling mendukung. Kami juga setiap tahun bersilaturahmi dengan anak-anak di Annida Qolbu,” paparnya.
Situ Fauziah juga berharap, kebersamaan yang terjalin melalui kegiatan ini memperkuat solidaritas seluruh keluarga besar Radar Sampit, sekaligus menjadi doa, agar perusahan terus berkembang di masa mendatang.
“Semoga apa yang kami lakukan ini bisa menjadi berkah bagi semuanya dan Radar Sampit dapat terus tumbuh, serta menjadi rumah kedua bagi seluruh karyawan dan keluarganya,” imbuh wanita yang juga Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kotim ini.
Dalam kesempatan itu, Radar Sampit juga mengundang mitra dari asongan sebagai bagian dari kebersamaan yang telah terjalin selama ini.“Kami juga menghadirkan mitra kami dari agen dan asongan sehingga bisa berbagi dan semoga menjadi berkah bagi kita semua,” ujarnya.
Sementara itu, tausiah disampaikan oleh Ustaz Abdul Hakim yang juga menjabat sebagai Sekretaris Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Dalam ceramahnya, ia mengajak keluarga besar Radar Sampit untuk memanfaatkan bulan Ramadan dengan memperbanyak ibadah, termasuk menghidupkan malam-malam Ramadan untuk meraih keberkahan Lailatul Qadar.
“Mari kita isi setiap malam dengan ibadah terbaik, insya Allah kita mendapatkan Lailatul Qadar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, puasa tidak hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga mengajarkan kesabaran dan bersyukur dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, dalam bahasa Arab puasa disebut saum yang berarti menahan atau bertahan. Nilai tersebut dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti dalam rumah tangga maupun pekerjaan.
Tiba waktunya berbuka, Pukul 17.46 WIB. Tausiah diakhiri dengan pembacaan doa dan doa bersama untuk berbuka puasa. Sajian takjil dari aneka kue tradisional, teh hangat dan es buah jadi hidangan pembuka.
Selanjutnya, bukber pun dilanjutkan dengan Salat Magrib berjamaah, serta makan malam bersama sekaligus acara ramah tamah, sebagai penutup acara rutin yang digelar setiap Ramadan tersebut.(oes/ktr2/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama