Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Liburan Seru Ini Layak Dicoba, Menjajal 4 Tipe Kereta Api di Indonesia

Agus Jaka Purnama • Senin, 23 Desember 2024 | 12:00 WIB
Kereta Api Whoosh yang dapat melaju dengan kecepatan 350 km/jam. Dengan rute Jakarta-Bandung  dan dapat ditempuh hanya dalam 30-45 menit.
Kereta Api Whoosh yang dapat melaju dengan kecepatan 350 km/jam. Dengan rute Jakarta-Bandung dan dapat ditempuh hanya dalam 30-45 menit.

Momen akhir tahun ini tak lengkap jika tidak menentukan daftar liburan ke suatu tempat dengan keluarga, teman, atau pasangan.

Zaman sekarang, berbagai macam fasilitas untuk liburanpun sudah didukung oleh pemerintah agar masyarakat merasa senang dan puas dalam menikmati momen akhir tahun. Mulai dari destinasi wisatanya hingga akomodasi untuk menuju ke sana.Salah satu akomodasi yang nyaman, anti macet, dan bisa menikmati pemandangan di sepanjang jalan adalah kereta api.

Dilansir dari laman Kemenprakraf, kamu bisa menutup momen akhir tahun dengan liburan menggunakan 4 tipe kereta ini di Indonesia :

  1. Whoosh

Kereta api terbaru yang sukses menarik perhatian wisatawan adalah Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau lebih dikenal dengan nama “Whoosh” (Waktu Hemat, Operasi Optimal, Sistem Hebat).

Sebagai kereta cepat pertama di Indonesia dan Asia Tenggara, Whoosh dapat melaju dengan kecepatan 350 km/jam. Artinya, Jakarta-Bandung dapat ditempuh dalam 30-45 menit saja.

Rute Whoosh juga banyak melewati destinasi wisata, salah satunya Stone Garden Citatah, yakni tempat wisata yang hanya berjarak 30 menit dari Stasiun Padalarang.

Di sana kamu bisa sambil menikmati panorama alam eksotis dari bebatuan, bukit kapur berwarna putih, serta pepohonan dan ilalang hijau indah.

Kalau berhenti di Stasiun Tegalluar, kamu bisa mampir ke Masjid Al-Jabbar dengan menempuh 9 menit perjalanan dari Stasiun Tegalluar.

  1. Panoramic Train

Berbeda dengan Whoosh, Panoramic Train memiliki kaca lebar di kedua sisi yang dirancang khusus bagi penumpang untuk menikmati panorama sepanjang perjalanan.

Tidak perlu takut kepanasan, karena Panoramic Train sudah didesain khusus tahan panas, kuat, dan aman.

Panoramic Train juga punya atap kaca memanjang yang bisa dibuka tutup secara otomatis. Sehingga, memberikan kesan naik kereta yang berbeda.

Untuk saat ini, Panoramic Train juga bergabung di rangkaian kereta api Argo Parahyangan, Argo Wilis, Turangga dengan tujuan Jakarta-Bandung (PP) dan Surabaya-Bandung (PP).

Selain itu ada berbagai destinasi wisata lainnya yang bisa dijangkau oleh Panoramic Train. Mulai dari Kawasan Braga (Bandung), Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda (Bandung), Forest Walk Babakan Siliwangi (Bandung), Hutan Bambu Keputih (Surabaya), hingga Mangrove Wonorejo Tourism (Surabaya).

  1. Kereta Suite Class Compartment

Jauh lebih eksklusif dari Panoramic Train, Suite Class Compartment hanya memiliki 16 ruang pribadi yang bisa memberikan privasi dan kenyamanan bagi penumpangnya.

Daya tarik dari kereta Suite Class Compartment adalah adanya pintu geser otomatis, kursi yang bisa direbahkan hingga 180 derajat dan diputar sesuai arah perjalanan kereta, hingga penghangat dan fitur pijat di setiap kursi yang dipilih.

Supaya menciptakan suasana yang nyaman, Suite Class Compartment didominasi warna cokelat keemasan dan pencahayaan hangat, serta hiasan yang terinspirasi suku Dayak.Untuk saat ini kereta Suite Class Compartment hanya ada di KA Bima dan KA Argo Semeru dengan rute Gambir-Surabaya Gubeng (PP).

  1. Jaladara

Berbeda dengan lainnya, Jaladara atau Sepur Kluthuk Jaladara merupakan kereta uap bersejarah yang masih beroperasi di Kota Solo, Jawa Tengah. Bukan kursi empuk layaknya kereta modern, tempat duduk di kereta Jaladara terbuat dari kayu dengan posisi saling berhadapan.(ss/hs/jpc/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
#liburan #momen akhir tahun #turangga #jakarta-bandung #kereta suite class compartment #kereta cepat #perjalanan #taman hutan raya #forest walk #layak #argo parahyangan #akomodasi #jaladara #kereta api #indonesia #WHOOSH #panoramic train #surabaya #Argo wilis #bandung