radarsampitjawapos.com-Tokoh endiri Dubai, yakni Syekh Rasyid, suatu kali pernah ditanya tentang masa depan negaranya, yang saat ini begitu maju.
Ia pun menjawab: "Kakek saya menunggang unta. Ayah saya menunggang unta. Saya mengendarai Mercedes. Putra saya mengendarai Land Rover. Dan cucu saya akan mengendarai Land Rover. Tapi cicit saya akan kembali menunggang unta". ujarnya.
Ketika ditanya mengapa, ia menjelaskan:
"Masa sulit melahirkan pria tangguh. Pria tangguh menciptakan masa mudah. Masa mudah melahirkan pria lemah. Pria lemah menciptakan masa sulit".Banyak yang tak akan memahami ini, tapi Anda harus membesarkan pejuang, bukan parasit," ujar Syekh Rasyid.
Hikmah pesan ini menekankan pentingnya karakter dan ketahanan mental di tengah kemakmuran. Intinya, bagaimana kenyamanan yang berlebihan tanpa disertai kerja keras dapat melemahkan sebuah generasi, dan pada akhirnya bisa meruntuhkan apa yang telah dibangun dengan susah payah oleh para pendahulu.
Sejarah membuktikan. Bangsa Persia, bangsa Troya, bangsa Mesir, bangsa Yunani, bangsa Romawi, dan kemudian bangsa Inggris, pernah membangkitkan kekaisaran besar, lalu runtuh. Bukan karena faktor musuh eksternal, tapi karena membusuk dari dalam.
Terkait majunya Dubai saat ini, berawal dari masa pendirian di tahun 1833, oleh Maktoum bin Butti, yang mendirikan kekuasaan dinasti Al Maktoum dan memerintah hingga kini.
Kemudian awal 1900-an, Dubai menjadi pelabuhan komersial penting kedua di Teluk Persia, yang menarik banyak pedagang dari berbagai negara.
Masa 1950-an - 1960-an, ditemukan sumber minyak pada tahun 1966 di lapangan Fateh. Hal itu pun mengubah ekonomi Dubai dari ketergantungan pada mutiara menjadi kota modern.
Selanjutnya di tahun 1971 memasuki era negara modern. Dubai resmi bergabung dengan Uni Emirat Arab (UEA) pada 2 Desember 1971, menjadi salah satu dari tujuh emirat yang membentuk negara tersebut.
Era sekarang, di awah kepemimpinan Sheikh Rashid bin Saeed Al Maktoum, Dubai dibangun secara masif menjadi pusat bisnis, pariwisata, dan pelabuhan internasional. Dan menjadi salah satu negara paling maju di dunia. (net/gus)