Radarsampit.jawapos.com – Dunia maya kembali diramaikan dengan tren unik berbasis kecerdasan buatan (AI). Sejumlah anak muda mengedit foto mereka seakan-akan bertemu dengan versi diri mereka saat masih kecil.
Hasilnya, muncul potret bernuansa emosional ketika masa lalu dan masa kini seolah bertatap muka di satu frame.
Salah satu unggahan viral memperlihatkan seorang pria dewasa berdiri di sebuah gang, berhadapan dengan dirinya saat masih bocah.
Dalam foto itu, sang anak kecil tampak bertanya polos, “Seragam polisi di masa depan warna kuning ya?” Kalimat sederhana tersebut membuat warganet tersentuh sekaligus terhibur.
Apalagi mengetahui maksud seragam kuning yang ada dalam konten tersebut adalah seragam pengemudi ojek online.
Tren ini dengan cepat menjadi medium refleksi. Banyak anak muda mencoba mengabadikan versi kecil mereka, lalu memvisualisasikan pertemuan imajiner tentang bagaimana cita-cita masa kecil dibandingkan dengan kenyataan saat ini.
“Seru banget. Jadi kayak ngobrol sama diri sendiri, apakah kita sudah sesuai dengan mimpi kecil dulu atau belum,” tulis seorang pengguna Instagram.
Fenomena tersebut menunjukkan bagaimana teknologi AI kini tidak hanya digunakan untuk hal-hal serius, tetapi juga ekspresi kreatif dan hiburan.
Dengan memanfaatkan platform seperti MidJourney, DALL-E, Gemini atau Stable Diffusion, pengguna bisa menghasilkan gambar yang realistis: versi kecil diri mereka seakan hadir kembali di masa kini.
Bagi yang ingin mencoba, prosesnya cukup sederhana. Pertama, pilih konsep dua tokoh: versi anak-anak dan versi dewasa. Kedua, tentukan latar bernuansa nostalgia, misalnya gang kecil atau jalan perumahan. Ketiga, gunakan pencahayaan hangat seperti suasana senja agar lebih dramatis.
Contoh prompt untuk menghasilkan gambar AI:
A nostalgic scene of a young boy meeting his adult self in a small alley. The child looks up curiously, asking about the future. The adult wears a casual orange jacket, standing with hands in pockets. Warm golden hour lighting, cinematic composition, realistic style, high detail, emotional and reflective atmosphere.
Atau dalam Bahasa Indonesia, silakan kreasikan imajinasi anda:
Adegan nostalgia seorang anak laki-laki yang bertemu dengan dirinya yang dewasa di sebuah gang kecil. Anak itu mendongak dengan rasa ingin tahu, bertanya tentang masa depan. Orang dewasa itu mengenakan jaket oranye kasual, berdiri dengan tangan di saku. Pencahayaan hangat bernuansa golden hour, komposisi sinematik, gaya realistis, detail tinggi, serta atmosfer yang emosional dan reflektif.
Tren ini diyakini akan terus berkembang karena menyentuh sisi emosional sekaligus kreatif. Nostalgia masa kecil, berpadu dengan teknologi AI, terbukti ampuh membuat warganet bernostalgia sekaligus merenung tentang cita-cita yang pernah mereka impikan. (oes)
Editor : Slamet Harmoko