JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) menghadirkan optimisme baru bagi perkembangan ekonomi di Kalimantan Timur dan kawasan Indonesia Timur.
Proyek ini dirancang tidak hanya sebagai pusat pemerintahan baru, tetapi juga sebagai penggerak utama ekonomi regional yang berdampak luas.
Andrinof Chaniago, mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional sekaligus Dosen Ekonomi-Politik di FISIP Universitas Indonesia, menekankan bahwa IKN memiliki peran strategis dalam membangkitkan ekonomi daerah.
”IKN seharusnya tidak menjadi kawasan eksklusif, tetapi justru berfungsi sebagai pemicu pertumbuhan ekonomi di Kalimantan dan kawasan timur Indonesia," jelasnya.
Andrinof menambahkan bahwa pembangunan IKN bertujuan menciptakan pusat pertumbuhan baru yang mampu mendukung perkembangan wilayah lain.
”Kawasan industri seperti Maloy dan Kariangau di Kalimantan Timur belum berkembang optimal karena kurangnya daya tarik. Oleh karena itu, IKN diharapkan menjadi magnet untuk mendorong pertumbuhan di kawasan-kawasan ini, seperti Bontang, Mamuju, Palu, Gorontalo, hingga Parigi,” ungkapnya.
Sementara itu, Yenni Eviliana, Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, menyampaikan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur di IKN membawa dampak positif bagi masyarakat lokal.
Menurut Yenni, pembangunan ini menciptakan peluang ekonomi baru yang signifikan.
”Infrastruktur yang berkembang pesat di IKN menunjukkan kemajuan luar biasa dan bisa menjadi model bagi wilayah lain di Kalimantan Timur," ujarnya.
Ia juga menyoroti bahwa infrastruktur yang baik tidak hanya memperlancar mobilitas, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan baru yang berkontribusi pada pengurangan kesenjangan sosial.
"Semakin banyak sektor yang tumbuh, semakin besar dampak positif bagi masyarakat. Perkembangan infrastruktur ini membuka berbagai peluang baru," tambah Yenni.
Johan Kasim, seorang analis di Badan Kebijakan Fiskal (BKF), turut memberikan pandangannya.
Menurutnya, pemindahan ibu kota merupakan bagian dari reformasi struktural besar untuk memperkuat perekonomian nasional.
"Transformasi ini bertujuan menciptakan nilai tambah yang lebih besar dan inklusif, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan," katanya.
Dengan visi kepemimpinan Presiden Prabowo, IKN diharapkan menjadi katalisator ekonomi yang mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia. (*)
Editor : Gunawan.