Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Pemudik dari Kalteng Capai Puluhan Ribu, Meningkat dari Tahun Lalu

Koko Sulistyo • Minggu, 15 Maret 2026 | 21:50 WIB

Antrean penumpang menaiki kapal PT Pelni di Pelabuhan Sampit, Minggu (15/3).
Antrean penumpang menaiki kapal PT Pelni di Pelabuhan Sampit, Minggu (15/3).

PANGKALAN BUN,radarsampitjawapos.com-Arus penumpang mudik dari Kalimantan Tengah (Kalteng) menuju Pulau Jawa, dan daerah lainnya menjelang Lebaran tahun ini, diperkirakan mencapai puluhan ribu orang.

Salah satu pintu arus mudik di Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

Otoritas Pelabuhan Kelas IV Kumai, memprediksi jumlah pemudik lebaran Idulfitri 1447 hijriah diperkirakan mencapai 30 ribu penumpang. Puluhan ribu penumpang ini akan berangkat dari Pelabuhan Panglima Utar Kumai, dengan pelabuhan tujuan Tanjung Mas Semarang dan Tanjung Perak Surabaya.

Dipaparkan Kepala Kantor KSOP Kelas IV Kumai, Nuriman Setia, pada angkutan lebaran tahun 2026 ini telah disiapkan sebanyak 10 armada, yang terbagi dari kapal PT Pelni sebanyak 5 armada, kapal PT Dharma Lautan Utama (DLU) 4 armada, dan dari ASDP 1 armada dengan tujuan Jawa Tengah.

"Pada mudik lebaran tahun 2026 ini ada kenaikan jumlah penumpang sebanyak 5 persen. Kenaikannya mencapai lebih dari 1.000 penumpang, dan jumlah pemudik yang akan berangkat melalui Pelabuhan Panglima Utar Kumai tahun ini selama periode mudik lebaran, diprediksi mencapai sekitar 30 ribu pemudik," bebernya.

Menurutnya, puncak jumlah penumpang diperkirakan akan terus terjadi hingga puncak arus mudik, mendekati lebaran nanti. Tujuan terbanyak para pemudik dari Kumai adalah menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

“Melihat kapasitas kapal setelah mendapatkan dispensasi dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia,  30 ribu penumpang bisa terangkut,” ungkap Nuriman.

Ia menegaskan, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, mereka telah mengantisipasi potensi terjadinya penumpukan penumpang, dan praktik penipuan tiket oleh oknum tidak bertanggung jawab.

“Biasanya mereka mengatakan berangkat saja dulu ke pelabuhan nanti pasti dapat tiket. Padahal sistem pembelian tiket sekarang sudah online atau melalui travel resmi," ungkapnya.

Mengatasi hal itu, KSOP Kumai juga melakukan koordinasi lintas sektor. Termasuk dengan operator telekomunikasi dan perbankkan guna memudahkan masyarakat, terutama pekerja perkebunan, dalam mengakses pembelian tiket secara daring.

Meski volume penumpang meningkat pesat, KSOP Kumai memastikan seluruh kegiatan embarkasi (keberangkatan) dan debarkasi (kedatangan) berjalan sangat aman dan lancar.

Sementara itu di pelabuhan Sampit, yang juga menjadi pintu gerbang Kalteng, pergerakan pemudik melalui jalur laut memuncak pada Minggu (15/3). Dalam satu hari, tiga kapal penumpang diberangkatkan menuju Pulau Jawa dengan total  2.683 penumpang.

Kepala KSOP Kelas III Sampit Hotman Siagian mengatakan , tiga kapal yang berangkat tersebut melayani rute ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Pelabuhan Tanjung Mas Semarang.

Ia menjelaskan, KM Leuser milik PT Pelni mengangkut sebanyak 1.392 penumpang dengan tujuan Surabaya. Sementara itu, dua kapal milik PT DLU yakni KM Kirana III tujuan Surabaya dan KM Dharma Rucitra VI tujuan Semarang turut mengangkut ratusan pemudik.

KM Leuser  berangkat sekitar pukul 11.00 WIB. Selanjutnya KM Kirana III berangkat sekitar pukul 12.00 WIB, disusul KM Dharma Rucitra VI pada pukul 14.00 WIB.

“Dua kapal dari operator lainnya masing-masing membawa sekitar 768 penumpang dan 523 penumpang,” ungkap Hotman.

Menurutnya, keberangkatan tiga kapal dalam satu hari tersebut menjadi momen puncak arus mudik di Pelabuhan Sampit selama masa penyelengaraan posko angkutan Lebaran tahun ini. “Selama periode posko angkutan Lebaran yang berlangsung sekitar 18 hari, hari ini menjadi puncaknya karena ada tiga kapal yang berangkat dalam satu hari,” ujarnya.

Kendati jumlah penumpang cukup besar, kondisi di terminal penumpang Pelabuhan Sampit tetap terkendali. Arus penumpang terpantau lancar tqnpa adanya antrean panjang maupun penumpukan yang berarti.

Hotman menyebut kelancaran tersebut tidak lepas dari koordinasi yang dilakukan bersama berbagai pihak, termasuk aparat keamanan dan operator kapal.“Kami sudah melakukan koordinasi sejak sebelumnya dengan operator kapal agar pengaturan penumpang berjalan lancar,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, operator kapal juga menyiapkan sejumlah tiket cadangan bagi calon penumpang yang belum mendapatkan tiket keberangkatan.“Disiapkan sekitar 10 tiket cadangan. Tadi malam ada sembilan penumpang yang akhirnya bisa diberangkatkan melalui tiket tersebut,” tambah Hotman.

Sebagian penumpang tersebut merupakan pekerja yang berdomisili di Sampit dan akan melanjutkan perjalanan dari Surabaya menuju Nusa Tenggara Barat.

Hotman menambahkan, dari data KSOP Sampit bersama operator kapal, jumlah penumpang pada arus mudik tahun ini diperkirakan meningkat sekitar 10 persen dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya.(tyo/yn/gus)

Editor : Agus Jaka Purnama
#dharma lautan utama #pt pelni #arus mudik #penumpang #Kotawaringin Barat (Kobar) #lebaran idulfitri #Pelabuhan Sampit #pelabuhan tanjung mas semarang #Pangkalan Bun #pelabuhan tanjung perak surabaya #kalteng #panglima utar