SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Sejumlah pemudik dari Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, memilih membawa sepeda motor saat melakukan perjalanan ke Pulau Jawa.
Cara ini dinilai lebih hemat karena mereka bisa melanjutkan perjalanan darat menggunakan kendaraan pribadi setibanya di tujuan.
Pemandangan itu terlihat saat KM Kirana III milik PT Dharma Lautan Utama bertolak dari Pelabuhan Sampit menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Sabtu (7/3/2026).
Kapal jenis roll-on roll-off (roro) tersebut memang dirancang untuk mengangkut penumpang sekaligus kendaraan, termasuk sepeda motor.
Jika kebanyakan pemudik hanya membawa tas, koper atau kardus, sebagian lainnya memilih membawa kendaraan pribadi agar dapat melanjutkan perjalanan darat setibanya di Pulau Jawa.
Salah satunya Yuda, warga Jalan Samekto Sampit yang sudah empat tahun bekerja sebagai sopir. Ia mengaku hampir setiap tahun pulang ke kampung halaman di Solo, Jawa Tengah. Namun sejak dua tahun terakhir, ia memilih membawa sepeda motor saat mudik.
“Setiap tahun mudik karena orang tua di kampung halaman. Saya pilih bawa motor karena lebih irit. Dari Surabaya sampai Solo kira-kira habis sekitar Rp350 ribu untuk isi BBM. Kalau naik travel jauh lebih mahal,” ujarnya.
Setelah tiba di Surabaya, Yuda mengaku tidak langsung menuju Solo. Ia berencana menikmati perjalanan darat sambil singgah di beberapa rumah temannya yang berada di jalur Pantai Utara (Pantura).
“Rencananya lewat jalur Pantura, mau mampir di Lamongan sama Rembang dulu, baru ke Solo. Sekalian jalan-jalan dan mampir ke rumah teman,” katanya.
Meski demikian, ia mengaku tidak berani melakukan perjalanan pada malam hari. Karena itu, ia memilih singgah di beberapa titik untuk beristirahat.
Ia juga sengaja memilih kapal tujuan Surabaya dibandingkan Semarang karena waktu pelayaran dinilai lebih singkat.
“Tahun lalu juga lewat Surabaya, sempat singgah di Kediri. Kalau lewat Semarang lama di kapal, kapal ke Surabaya lebih cepat. Saya lebih pilih lama di darat daripada lama di laut,” jelasnya.
Pemudik lainnya, Jatmiko, warga Kecamatan Tualan Hulu, juga membawa sepeda motor dalam perjalanan mudiknya tahun ini menuju Kediri, Jawa Timur. Pria yang sudah lima tahun tinggal di Kotim itu mengaku baru pertama kali membawa sepeda motor saat mudik dari Sampit.
“Selama lima tahun di Kotim, mudik sekitar tiga sampai empat kali. Tapi untuk membawa sepeda motor baru tahun ini saja,” katanya.
Ia sengaja membawa sepeda motor karena di kampung halamannya tidak memiliki kendaraan yang bisa digunakan untuk beraktivitas selama Lebaran.
“Soalnya di rumah tidak ada kendaraan. Jadi sekalian bawa dari Sampit supaya bisa dipakai jalan-jalan di Kediri. Perjalanan dari Surabaya ke Kediri kira-kira 110 kilometer, mungkin dua jam sampai kampung halaman,” ujarnya.
Saat itu KM Kirana III bertolak dari Sampit menuju Surabaya dengan mengangkut 592 penumpang. Kapal tersebut juga memuat 25 kendaraan campuran, termasuk mobil dan sepeda motor. (oes)
Editor : Slamet Harmoko