Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

BNNK Kotim Tagih Pembentukan Posko Gabungan di Eks Golden Sampit untuk Tekan Peredaran Narkoba

M. Akbar • Sabtu, 7 Maret 2026 | 14:47 WIB

Sosialisasi pemulihan kawasan rawan narkoba di wilayah belakang eks Golden Sampit, beberapa waktu lalu.  (Akbar/Radar Sampit)
Sosialisasi pemulihan kawasan rawan narkoba di wilayah belakang eks Golden Sampit, beberapa waktu lalu. (Akbar/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kotawaringin Timur (Kotim) mendesak pemerintah daerah segera merealisasikan pembentukan posko gabungan di kawasan eks Golden guna menekan peredaran narkoba yang dinilai masih marak terjadi di wilayah tersebut.

Kepala BNNK Kotim, AKBP Muhammad Fadli, mengatakan keberadaan posko tersebut diharapkan menjadi pusat pengawasan sekaligus titik koordinasi patroli terpadu lintas instansi untuk mengantisipasi aktivitas peredaran narkotika.

“Kami sangat mendukung upaya penertiban di eks Golden. BNNK ini sifatnya memfasilitasi dan mendorong koordinasi agar tempat itu tidak lagi menjadi sarang atau lokasi peredaran narkoba,” ujarnya, Sabtu (7/3/2026).

Menurut Fadli, BNNK sebagai lembaga vertikal memiliki keterbatasan kewenangan sehingga penanganan kawasan yang rawan peredaran narkoba tidak bisa dilakukan secara sendiri. Karena itu diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta dukungan masyarakat.

Ia menjelaskan, sejumlah pihak sebelumnya telah turun langsung meninjau kondisi di kawasan eks Golden, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, aparat penegak hukum, hingga tokoh masyarakat dan organisasi kemasyarakatan.

Namun hingga kini rencana pendirian posko pengendalian dan patroli terpadu tersebut belum juga terealisasi.

Fadli menilai, keberadaan posko dengan personel gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP, serta dukungan tokoh masyarakat dan tokoh agama akan efektif menekan aktivitas peredaran narkoba di kawasan tersebut.

“Kalau ada posko dengan personel gabungan dan patroli dilakukan terus-menerus, tentu mereka tidak akan berani lagi berjualan di situ. Posko itu bisa menjadi titik kumpul untuk bersama-sama melakukan pengawasan,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan DPRD dan aparat kepolisian untuk menindaklanjuti rencana tersebut melalui rapat lanjutan.

Fadli berharap tidak ada lagi sikap saling menunggu antarinstansi mengingat peredaran narkoba dinilai sudah berada di depan mata.

“Kalau hanya kami sendiri tentu tidak akan mampu. Kami ini penggagas dan pelopor agar semua pihak berkoordinasi. Harus ada tindak lanjut nyata dari pertemuan sebelumnya,” tegasnya.

BNNK Kotim memastikan akan terus mendorong langkah konkret lintas sektor guna menutup ruang peredaran narkoba, khususnya di kawasan eks Golden yang selama ini menjadi sorotan masyarakat. (ktr-2/sla).

Editor : Slamet Harmoko
#gdan #Golden #BNNK Kotim #Eks Golden Sampit #sampit #sabu #narkoba