Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BBM Sulit, Petani Terpaksa Beli Eceran Meski Harga Mencekik

Rado.
Penulis: Rado.❯
Ilustrasi BBM Solar
Ilustrasi BBM Solar

Advertisement

 
SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Sejumlah petani di wilayah Kotim wilayah selatan mengeluhkan sulitnya memperoleh bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi maupun non subsidi, di SPBU Samuda.

Kondisi tersebut membuat sebagian petani terpaksa membeli solar dari pelangsir dengan harga jauh lebih mahal demi mempertahankan aktivitas pertanian dan jasa.

Ahmad Rifai, salah satu petani, mengatakan persoalan utama terletak pada terbatasnya kuota BBM subsidi serta sistem distribusi yang dinilai belum berpihak kepada petani.

Advertisement

“BBM subsidi ini sulit sekali didapat. Pertama karena kuotanya sedikit, kemudian untuk mendapatkannya juga susah,” ujarnya saat rapat dengar pendapat di DPRD Kotim (26/5/2026).

Ia mengaku petani kerap harus berdesak-desakan saat memperoleh BBM dan merasa tersisih dalam proses distribusi. Selain itu, persyaratan administrasi yang dinilai rumit turut menjadi kendala.

“Rata-rata SDM petani terbatas, sehingga administrasi yang banyak menjadi persoalan. Kawan-kawan di BPP juga belum bisa mengakomodir kebutuhan administrasi itu,” katanya.

Advertisement

Menurut Rifai, petani di wilayah Teluk Sampit meminta pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah dengan menambah kuota BBM subsidi, memperbaiki sistem distribusi di SPBU Samuda, serta menyederhanakan proses administrasi.

Sementara itu, keluhan juga datang dari Wagimin, petani yang sekaligus bergerak di bidang jasa pertanian. 

Ia mengaku selama ini menggunakan BBM non subsidi, namun kini ikut kesulitan memperoleh pasokan akibat pembatasan pembelian menggunakan jerigen.

“Kami sekarang susah dapat BBM non subsidi. Tidak bisa beli pakai jerigen, akhirnya terpaksa ambil dari pelangsir,” ungkapnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SampitIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Harus Beli BBM Eceran, Relawan Karhutla di Desa Palangan Mengeluh

Harus Beli BBM Eceran, Relawan Karhutla di Desa Palangan Mengeluh

Sekelompok relawan yang hendak membantu pemadaman kebakaran karhutla di wilayah Kota Besi dan Telawang, mengaku terpaksa membeli bbm eceran

10 Kios BBM Eceran di Nanga Bulik Jual Pertalite Rp13 Ribu, Warga Tak Lagi Berburu ke SPBU

10 Kios BBM Eceran di Nanga Bulik Jual Pertalite Rp13 Ribu, Warga Tak Lagi Berburu ke SPBU

edikitnya 10 kios di Kelurahan Nanga Bulik telah menjual BBM bersubsidi dengan harga Rp13 ribu per liter

Mesin Pom Mini Ludes Terbakar, Pemilik Alami Luka Parah

Mesin Pom Mini Ludes Terbakar, Pemilik Alami Luka Parah

Dalam kejadian tersebut, satu orang yang diduga pemilik kios mengalami luka bakar. Korban sempat berusaha memadamkan api secara manual sebel

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement

Populer