SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi H. Asan Kotawaringin Timur mendeteksi satu titik panas (hotspot) di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur dalam 24 jam terakhir.
Berdasarkan data pemantauan satelit yang diakses pada Jumat (6/3/2026) pukul 07.00 WIB, hotspot tersebut berada di Kecamatan Bukit Santuai, tepatnya di Desa Tumbang Batu.
Titik panas itu terdeteksi pada Rabu (5/3/2026) sekitar pukul 12.27 WIB dengan koordinat lintang -1.660292 dan bujur 112.442497.
Tingkat kepercayaan terpantau pada level menengah dengan radius kemungkinan sekitar 1.125 meter berdasarkan pemantauan satelit SNPP.
BMKG menjelaskan, keberadaan hotspot tidak selalu menunjukkan adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), namun dapat menjadi indikasi awal yang perlu diwaspadai oleh pihak terkait.
Di sisi lain, prakiraan cuaca menunjukkan wilayah Kotawaringin Timur masih berpotensi diguyur hujan ringan dalam 24 jam ke depan.
Berdasarkan model prediksi cuaca numerik WRF, akumulasi curah hujan pada periode 6 Maret 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Maret 2026 pukul 07.00 WIB diperkirakan berada pada kategori hujan ringan.
Sementara itu, analisis potensi kemudahan terjadinya kebakaran di wilayah Kalimantan Tengah pada 6–7 Maret 2026 secara umum masih didominasi kategori aman hingga tidak mudah terbakar, terutama di wilayah bagian timur provinsi.
BMKG juga merilis prakiraan curah hujan dasarian untuk Maret 2026 yang menunjukkan potensi hujan dengan intensitas cukup tinggi pada awal hingga pertengahan bulan di sebagian wilayah Kalimantan Tengah.
Kondisi ini diharapkan dapat membantu menekan potensi kemunculan titik panas di wilayah tersebut.
Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera melaporkan jika menemukan indikasi kebakaran di sekitar wilayahnya. (oes)
Editor : Slamet Harmoko