SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Warga di bantaran Sungai Mentaya kembali dibuat waswas. Seekor buaya berukuran cukup besar terlihat muncul ke permukaan sungai pada malam hari, berada di antara tumpukan sampah yang mengapung dan diduga sedang memakan sesuatu.
Peristiwa itu direkam warga menggunakan ponsel. Dalam video yang beredar, buaya tampak menyantap mangsa saat disorot cahaya senter. Reaksi kaget terdengar jelas dari perekam video.
“Wih ganal! (Wah besar),” ucap salah seorang warga dalam rekaman yang kemudian disebarkan oleh akun media sosial Supian Sampit, Selasa (24/2/2026).
Saat dikonfirmasi, Supian membenarkan rekaman tersebut. Ia menyebut kemunculan buaya terjadi di wilayah Ketapang Hilir, tidak jauh dari Pelabuhan H Ali.
“Buayanya cukup besar dan muncul malam hari. Lokasinya dekat pelabuhan,” kata Supian.
Kemunculan buaya ini menambah kekhawatiran warga setempat. Pasalnya, pada siang hari kawasan sungai tersebut masih kerap digunakan masyarakat untuk mandi, mencuci, hingga aktivitas lainnya.
Sebelumnya, warga Desa Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), juga dikejutkan dengan kemunculan buaya di Sungai Mentaya pada Sabtu sore (21/2/2026). Dalam rekaman video saat itu, buaya terlihat muncul ke permukaan dan diduga memangsa sesuatu sebelum kembali menyelam.
“Nah tenggelam, susah selesai buayanya makan ayam,” ucap seorang perempuan dalam video tersebut.
Menanggapi kejadian itu, Kepala BKSDA Pos Sampit, Muriansyah, mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan dan sementara waktu menghindari aktivitas di sungai, khususnya di sekitar lokasi kemunculan buaya.
“Kami minta warga berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama di sekitar lokasi kemunculan buaya,” ujarnya.
Menurut Muriansyah, kemunculan buaya yang mendekati permukiman umumnya dipicu faktor ketersediaan makanan. Kebiasaan membuang bangkai hewan dan sampah rumah tangga ke sungai, serta memelihara ternak di bantaran sungai, dapat menarik buaya mendekat.
“Kalau ada bangkai atau limbah dibuang ke sungai, itu menjadi sumber makanan buaya. Lama-lama buaya terbiasa berada di sekitar permukiman. Begitu juga ternak di pinggir sungai,” jelasnya.
Ia menegaskan, warga diminta segera melapor kepada aparat berwenang apabila kembali melihat tanda-tanda keberadaan buaya.
“Kami berharap masyarakat ikut menjaga lingkungan sungai. Jangan membuang bangkai atau sampah ke sungai dan hindari memelihara ternak di bantaran sungai,” tegas Muriansyah. (oes)
Editor : Slamet Harmoko