PALANGKA RAYA – Suasana tenang di lingkungan SMPN 1 Palangka Raya di Jalan A Yani mendadak gempar. Sebuah ruang kelas di sekolah favorit itu tiba-tiba mengeluarkan asap tebal usai jam sekolah, Jumat (13/2), sekitar pukul 14.00 WIB.
Asap itu diduga berasal dari korsleting listrik. Api sempat berkobar dan memicu kepanikan murid serta pihak sekolah. Kobaran api sempat membakar sebuah lemari kayu dan kipas blower di ruang kelas VIII-6 di lantai tiga. Beruntung, api tidak merembet ke ruangan lain, maupun bangunan utama sekolah.
Puluhan petugas pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi, bersama sejumlah armada mobil pemadam dari berbagai unit didatangkan untuk melakukan penanganan cepat. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.15 WIB dan situasi kembali kondusif. Saat kejadian, tidak ada aktivitas belajar mengajar di ruang kelas tersebut.
Informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika sejumlah siswa memasuki ruang kelas dan mendapati kipas blower serta lemari kayu dalam kondisi terbakar. Para siswa spontan berteriak meminta pertolongan dan berupaya memadamkan api sembari mematikan saklar listrik untuk mencegah kobaran membesar.
Bangunan yang terbakar merupakan ruang kelas semi permanen dengan ukuran sekitar 6 meter x 7 meter. Tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp1,5 juta.
Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto menyampaikan, api tidak sampai melalap seluruh ruangan kelas. Namun, asap tebal sempat terlihat jelas dari dalam gedung.
“Menurut keterangan saksi, sumber api berasal dari kipas blower yang berada di belakang kelas, tepat di atas jendela kaca, kemudian merembet ke lemari kayu,” tuturnya.
Ia menambahkan, Pemadaman dilakukan oleh Unit Pemadam Kebakaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Unit Pemadam Kebakaran Kota Palangka Raya, serta unit pemadam swadaya. Aparat masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, meski dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik pada kipas blower, yang sebagian bahannya terbuat dari plastik sehingga mudah memicu api.
Pihak sekolah pun diimbau meningkatkan kewaspadaan serta melakukan pengecekan instalasi listrik secara berkala guna mencegah insiden serupa terulang.(daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama