PALANGKA RAYA,radarsampitjawapos.com- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat tren positif sejumlah indikator sosial ekonomi sepanjang 2025. Persentase penduduk miskin pada September 2025 tercatat sebesar 4,94 persen, turun 0,25 persen poin dibandingkan Maret 2025.
Kepala BPS Kalimantan Tengah Agnes Widiastuti menyampaikan, penurunan tersebut diikuti berkurangnya jumlah penduduk miskin. Pada September 2025, jumlah penduduk miskin tercatat 141,75 ribu orang, menurun 6,05 ribu orang dibandingkan Maret 2025. Data tersebut disampaikan dalam konferensi pers, Kamis (5/2/2026).
Agnes menjelaskan, penurunan kemiskinan terutama terjadi di wilayah perkotaan. Persentase penduduk miskin perkotaan pada September 2025 sebesar 4,84 persen, turun 0,62 persen poin dibandingkan Maret 2025.
“Sebaliknya, di wilayah perdesaan persentase penduduk miskin tercatat 5,02 persen, meningkat tipis 0,05 persen poin,” bebernya.
Lanjutnya, sementara itu, Garis Kemiskinan tercatat sebesar Rp683.664 per kapita per bulan, meningkat 4,53 persen. Komposisinya didominasi oleh Garis Kemiskinan Makanan sebesar 76,94 persen atau Rp526.003, sedangkan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar 23,06 persen atau Rp157.661 per kapita per bulan. “Dengan rata-rata jumlah anggota rumah tangga miskin sebanyak 4,62 orang, maka Garis Kemiskinan per rumah tangga mencapai Rp3.158.528 per bulan,” katanya.
Kemudian, dari sisi kualitas kemiskinan, BPS mencatat perbaikan. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) pada September 2025 sebesar 0,611, turun dari 0,829 pada Maret 2025. Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) juga menurun dari 0,189 menjadi 0,113. Hal ini menunjukkan pengeluaran penduduk miskin semakin mendekati garis kemiskinan.
Lalu, pada sektor ketenagakerjaan, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Kalimantan Tengah tercatat 68,46 persen, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 3,44 persen. Jumlah penduduk usia kerja mencapai 2.166,24 ribu orang, meningkat sekitar 7,99 ribu orang dibandingkan November 2025. Dari jumlah tersebut, angkatan kerja tercatat 1.483,06 ribu orang.
“Tidak semua angkatan kerja terserap, namun jumlah pengangguran mengalami penurunan,” sebut Agnes.
Dibeberkannya, jumlah pengangguran tercatat 51,09 ribu orang, turun 0,53 persen poin dibandingkan Agustus 2025. TPT laki-laki sebesar 3,15 persen, sedangkan perempuan 3,97 persen. Penurunan pengangguran terjadi baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan.
Jumlah penduduk bekerja mencapai 1.431,97 ribu orang, bertambah sekitar 14,29 ribu orang. Dari jumlah tersebut, 70,78 persen merupakan pekerja penuh, 23,90 persen pekerja paruh waktu, dan 5,32 persen setengah pengangguran. Sebagian besar penduduk bekerja berstatus buruh/karyawan/pegawai sebesar 47,91 persen.
Dilihat dari pendidikan, sekitar 15,93 persen penduduk bekerja berpendidikan tinggi (D3 ke atas). Tiga sektor utama penyerap tenaga kerja adalah Pertanian sebesar 33,17 persen, Perdagangan 15,43 persen, serta Pertambangan dan Penggalian 10,85 persen.”Ada tiga sektor,”ungkapnya.
Agnes menambahkan, perekonomian Kalimantan Tengah tahun 2025 berdasarkan PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp241,1 triliun, dan atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp124,4 triliun. Ekonomi Kalimantan Tengah tumbuh 4,80 persen sepanjang 2025.
Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor Transportasi dan Pergudangan sebesar 10,91 persen. Dari sisi pengeluaran, Ekspor Barang dan Jasa tumbuh paling tinggi sebesar 10,67 persen.
Secara spasial lanjut Agnes, struktur ekonomi Kalimantan masih didominasi Provinsi Kalimantan Timur dengan kontribusi 46,31 persen. Kalimantan Tengah berada di urutan keempat dengan kontribusi 12,56 persen terhadap perekonomian regional Kalimantan.(daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama