SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Tingkat inflasi year-on-year (y-on-y) di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), pada Januari 2026 tercatat sebesar 3,85 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 109,12.
Kenaikan harga pada sektor perumahan menjadi faktor utama yang mendorong inflasi di awal tahun ini.
Berdasarkan data yang dirilis, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami kenaikan indeks tertinggi, yakni mencapai 13,64 persen.
“Lonjakan ini memberi kontribusi signifikan terhadap inflasi tahunan di Sampit,” kata Kepala BPS Kotim Eddy Surahman, Senin (2/2/2026)
Selain sektor perumahan, kenaikan harga juga terjadi pada sejumlah kelompok pengeluaran lainnya.
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya tercatat naik 15,05 persen, disusul penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 4,56 persen, pendidikan sebesar 1,96 persen, serta kesehatan sebesar 1,80 persen.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau turut mengalami kenaikan indeks sebesar 1,39 persen, sementara pakaian dan alas kaki naik 0,40 persen. Kenaikan pada berbagai
kelompok pengeluaran ini turut memperkuat tekanan inflasi di wilayah Sampit.
Di sisi lain, beberapa kelompok pengeluaran justru mengalami penurunan indeks harga. Kelompok transportasi tercatat turun 0,56 persen, perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga turun 0,08 persen, serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan turun tipis sebesar 0,01 persen.
Sementara itu, tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) Sampit pada Januari 2026 tercatat sebesar 0,41 persen. Angka yang sama juga terjadi pada inflasi year-to-date (y-to-d) Januari 2026, yakni 0,41 persen.
Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan inflasi di Sampit pada awal 2026 masih didominasi oleh kenaikan biaya perumahan dan layanan jasa, meskipun terdapat beberapa kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan harga. (oes)
Editor : Slamet Harmoko