PANGKALAN BUN,radarsampit.jawapos.com- Teror kehadiran ular di kediaman manusia kembali terjadi dan memicu kepanikan. Seperti kehadiran seekor ular King Cobra sepanjang 4 meter di teras rumah di Gang Mangga, RT 27, Pangkalan Bungur, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Selain itu kehadiran seekor Ular Lidi di dalam rumah warga di Jalan Banteng, Palangka Raya, baru-baru tadi.
King Cobra berwarna kuning emas itu, awalnya didapati sedang melingkar dan bersembunyi di samping kendaraan roda dua yang terparkir di teras rumah milik Mahyuni, yang sehari-harinya berprofesi sebagai buruh harian lepas.
Penghuni rumah itu pun dibuat panik dan ketakutan sehingga menghubungi animal rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotawaringin Barat (Kobar), untuk mengevakuasi binatang berbisa mematikan itu.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kobar Dwi Agus Suhartono mengatakan, hadirnya King Cobra itu diketahui saat Mahyuni baru pulang bekerja. Kemudian ia memperhatikan kucing miliknya menunjukan sikap yang aneh.
"Kucing itu seolah sedang mengawasi sesuatu. Setelah dilihat oleh Mahyuni ternyata ada ular cukup besar di samping kendaraan yang diparkir di teras rumah," ujarnya.
Warga itu pun kaget dan langsung memberitahukan kepada tetangganya dan kemudian melaporkan ke Mako Damkar. Tim anima rescue langsung meluncur ke lokasi dengan perlengkapan rescue standart, seperti grab stik dan snake hook.
Dengan peralatan lengkap, ternyata tidak perlu lama bagi tim animal rescue untuk menaklukan King Cobra itu, tidak kurang dari 3 menit ular sudah masuk ke dalam karung.
"Ular akan kita rilis ke habitat aslinya yang jauh dari permukiman warga, mengingat King Cobra adalah salah satu ular yang berbahaya. Apalagi berukuran besar dengan panjang lebih dari 4 meter," terang Dwi.
Dirinya pun mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada, terlebih di musim banjir, dan bila menjumpai ada ular jangan melakukan penanganan mandiri bila tidak berpengalaman.
Sementara itu, Ular Lidi yang masuk ke rumah warga di Palangka Raya didapati bersembunyi di dalam sebuah lemari. Setelah tim rescue Damkar setempat datang, 30 menit kemudian ular kecil itu bisa ditemukan dan dievakuasi.
Koordinator Tim Rescue Damkar kota Palangka Raya Sucipto mengatakan, ular dengan panjang satu meter itu memang suka bersembunyi, sehingga tim sempat kesulitan mencari. Namun akhirnya bisa ditemukan, saat tim datang ke lokasi. Penangkapan menggunakan alat penjepit dan dilakukan dengan sangat hati-hati.
“Jadi begitu tiba di lokasi, anggota Regu 3 langsung melakukan pencarian dengan hati-hati karena ular sempat berpindah tempat dan menyelinap di antara barang-barang,” ujarnya, Minggu (21/9)
Ular itu kemudian dimasukkan ke dalam karung untuk diamankan dan dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya yang jauh dari pemukiman warga. (tyo/daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama