SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Pemangkasan anggaran proyek infrastruktur imbas dari efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah tak hanya terjadi pada jalan lingkar selatan di Sampit. Kebijakan itu juga berdampak pada proyek lainnya di seluruh Kalteng.
Kepala Dinas PUPR Kalteng Shalahuddin mengungkapkan, di Kotim, selain anggaran pembangunan jalan lingkar selatan, anggaran yang dipangkas juga terjadi pada pembangunan jalan Cempaka Mulia-Kampung Melayu.
Menurutnya, jalan Cempaka Mulia-Kampung Melayu sebelumnya telah dianggarkan untuk dibangun sepanjang 6-7 km. Proyek itu bahkan masuk program prioritas, mengingat jalan tersebut merupakan penghubung antar dua kabupaten, yaitu Kabupaten Kotim dan Katingan.
”Namun, karena kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, sehingga anggaran terpangkas dan diperkirakan hanya mampu mengerjakan maksimal 2 km dari total panjang jalan Cempaka Mulia Kampung Melayu, yaitu 125 km," jelasnya.
Shalahudin melanjutkan, pemangkasan anggaran terjadi tidak hanya untuk paket pembangunan jalan di wilayah Kotim saja, namun seluruh proyek infrastruktur di Kalteng. Pembangunan akan kembali disusun bertahap.
Sebagai informasi, ruas jalan Cempaka Mulia-Kampung Melayu awalnya berstatus jalan kabupaten, namun diambil alih provinsi pada November 2024 lalu. Khusus wilayah Kotim, jalan tersebut menghubungkan tiga kecamatan, yaitu Cempaga, Seranau, dan Pulau Hanaut. Saat ini ruas itu baru fungsional dari Cempaga hingga Desa Terantang, Kecamatan Seranau. (ang/ign)
Editor : Slamet Harmoko